NdmSCJofn5qcY44UfTlhclVnBp3RL3BTYoA8yFLJ
Bookmark

Strategi Budidaya Kelengkeng Agar Berbuah Lebat

Budidaya Kelengkeng Agar Berbuah Lebat

Budidaya Kelengkeng Agar Berbuah Lebat - Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan) adalah jenis tanaman buah asli Asia Tenggara, terutama populer di Tiongkok, Thailand, dan negara-negara sekitarnya. Nama "kelengkeng" berasal dari bahasa Mandarin, disebut sebagai "longyan" dalam bahasa Tionghoa.

Tanaman kelengkeng adalah pohon buah berukuran sedang yang dapat tumbuh hingga tinggi sekitar 10-20 meter. Daunnya berbentuk lonjong dan tumbuh menjuntai. Buah kelengkeng memiliki kulit tipis berwarna coklat keunguan dan daging buah yang manis, berair, dan transparan. Di dalam daging buah terdapat biji besar yang tidak dapat dimakan.

Kandungan Gizi Kelengkeng

Kelengkeng (Dimocarpus longan) adalah buah favorit bagi sebagian orang yang memiliki rasa manis dan dikenal dengan tekstur daging buahnya yang lembut. Berikut ini adalah beberapa kandungan gizi dalam buah kelengkeng (per 100 gram):

  1. Kalori: sekitar 60 kalori
  2. Karbohidrat: sekitar 15 gram
  3. Protein: sekitar 1 gram
  4. Lemak: sekitar 0,1 gram
  5. Serat: sekitar 1 gram
  6. Vitamin C: sekitar 85 mg (141% dari AKG)
  7. Zat besi: sekitar 0,13 mg (1% dari AKG)
  8. Kalsium: sekitar 1 mg
  9. Fosfor: sekitar 21 mg
  10. Kalium: sekitar 266 mg

Buah kelengkeng juga mengandung antioksidan, seperti vitamin A, vitamin E, dan flavonoid, yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Varietas Kelengkeng

Kelengkeng Itoh

Kelengkeng Itoh merupakan hasil persilangan antara kelengkeng lokal dengan kelengkeng Thailand. Pohon kelengkeng ini dapat berbuah sepanjang tahun dengan bantuan obat perangsang buah. Memang memerlukan waktu 2-3 tahun untuk berbuah, namun hasil panen akan melimpah. Harganya yang tinggi, membuat kelengkeng Itoh menarik untuk dibudidayakan oleh petani lokal. Dengan perawatan yang tepat, kelengkeng Itoh dapat menjadi investasi yang menguntungkan dalam dunia pertanian.

Kelengkeng Kristalin

Kelengkeng kristalin berasal dari Thailand dan tumbuh subur di dataran rendah, cocok juga untuk ditanam di Indonesia. Buahnya memiliki daging bening menyerupai kristal, membuat biji hampir terlihat. Kelebihan kelengkeng kristalin terletak pada cita rasa dan aroma buah yang manis dan tajam. Pohon kelengkeng ini memiliki tajuk yang unik, menjuntai ke bawah seperti terkulai lemas. Saat panen, kelengkeng kristalin berbuah serentak di pucuk pohon, sehingga menanamnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dengan hasil panen yang melimpah.

Kelengkeng Pingpong

Berasal dari Vietnam, kelengkeng pingpong adalah varietas kelengkeng super dengan biji buah yang besar. Cocok untuk ditanam dalam pot atau ruang lingkup kecil di dataran rendah. Ukuran buahnya yang sekecil bola pingpong menjadikannya menarik bagi pecinta tanaman buah yang memiliki ruang terbatas. Kelengkeng pingpong memberikan alternatif menarik untuk menanam kelengkeng dengan cara yang berbeda.

Kelengkeng Aroma Durian

Dari Bangkok, kelengkeng aroma durian memiliki ciri khas aroma dan rasa buah yang mirip durian setengah matang. Buahnya berukuran besar hampir seukuran bola kelereng, dengan daging tebal dan biji kecil. Tumbuh subur di dataran tinggi hingga rendah dengan ketinggian ideal. Keunggulan kelengkeng aroma durian terletak pada cita rasa yang khas dan ukuran buah yang besar. Cocok bagi pecinta durian dan pecinta buah eksotis untuk menanam dan menikmati buah kelengkeng yang unik ini.

Kelengkeng Merah

Dikenal juga sebagai red ruby logan, kelengkeng merah berasal dari Thailand. Tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan PH tanah yang ideal. Kelengkeng merah mendapatkan namanya dari kulit dan bijinya yang berwarna merah yang membuatnya begitu menarik. Keunggulan pohon kelengkeng merah terletak pada ukuran buahnya yang lumayan besar dan eksotis. Cocok sebagai tanaman koleksi bagi para hobiis tanaman buah, kelengkeng merah juga berpotensi sebagai tanaman komersial meskipun memerlukan waktu lebih lama dalam budidayanya.

Syarat Tumbuh

Tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan) merupakan salah satu tanaman yang populer di Indonesia. Bagi para petani, keberhasilan dalam usaha tani kelengkeng sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitarnya. Berikut ini syarat tumbuh yang ideal bagi tanaman kelengkeng yang akan kamu budidayakan:

Suhu yang Optimal

Suhu memainkan peran penting dalam perkembangan tanaman kelengkeng. Untuk pertumbuhannya, kelengkeng membutuhkan suhu antara 20 hingga 33°C pada siang hari dan 15 hingga 22°C pada malam hari. Pastikan tanaman berada di dataran rendah yang bersuhu panas agar dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi optimal.

Kelembaban Udara yang Tepat

Kelembaban udara juga mempengaruhi kesehatan tanaman kelengkeng. Kelembaban ideal bagi pertumbuhannya adalah antara 65 hingga 90%. Pastikan tanaman mendapatkan curah hujan yang mencukupi, berkisar antara 2500 hingga 4000 mm per tahun, untuk menjaga kelembaban optimal di sekitar tanaman.

Jenis Tanah yang Cocok

Pemilihan jenis tanah yang tepat sangat krusial dalam kesuksesan usaha tani kelengkeng. Jenis tanah yang paling cocok adalah tanah lempung yang berpasir dan mengandung zat organik. Pastikan pH tanah berada dalam kisaran 5,5 hingga 6,5 untuk mendukung pertumbuhan tanaman kelengkeng. Selain itu, pastikan tanah memiliki aerasi dan drainase yang baik agar akar tanaman dapat berkembang dengan optimal.

Jarak Tanam

Jika Kamu berencana menanam lengkeng, langkah pertama yang penting adalah menentukan ukuran lubang tanam yang tepat. Lubang tanam yang ideal memiliki ukuran 60x60x60 atau 100x100x60 cm, tergantung pada besar kecilnya bibit yang akan ditanam. Pastikan lubang tanam cukup besar untuk memberikan ruang yang memadai bagi pertumbuhan akar dan sistem perakaran yang sehat.

Agar tanaman lengkeng dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang berkualitas, penting untuk memperhatikan jarak tanam. Jarak tanam yang disarankan adalah minimal 6 x 6 m antara satu pohon dengan pohon lainnya. Hal ini akan membantu menghindari persaingan yang berlebihan antar pohon dan memberikan akses yang cukup terhadap sinar matahari dan air tanah.

Pemupukan Kelengkeng Agar Berbuah Lebat

Pemupukan yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya kelengkeng. Pemupukan yang baik dan teratur akan memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman, sehingga pertumbuhannya optimal dan menghasilkan buah yang berkualitas. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pemupukan yang tepat:

Pemupukan Dasar

Pada tahap awal penanaman, berikanlah pupuk dasar sebagai bekal nutrisi bagi tanaman kelengkeng. Pupuk dasar ini diberikan sebelum tanam dengan perbandingan tertentu, misalnya 120:40:8:2:1 (tanah : pupuk kandang/kompos : kapur : SP-36 : urea). Pemupukan dasar ini bertujuan untuk memberikan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan akar dan perkembangan awal.

Pemupukan Susulan

Setelah tanaman tumbuh lebih besar dan masuk dalam fase pertumbuhan aktif, lakukan pemupukan secara berkala. Jumlah dan jenis pupuk yang diberikan akan bervariasi tergantung pada usia tanaman dan kondisi lahan. Biasanya, pemupukan selanjutnya dilakukan pada tanaman kelengkeng yang berumur satu tahun atau lebih.

Pemupukan Tahunan

Pada tahun pertama setelah tanam, berikanlah pupuk kandang sekitar 20 kg, kapur 3 kg, TSP (Triple Super Phosphate) 5 kg, dan urea 2 kg per pohon dalam 1 hektar. Pemupukan ini bertujuan untuk memperkuat akar dan tunas tanaman.

Pemupukan Organik

Selain pupuk anorganik, pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos juga dapat digunakan untuk memberikan nutrisi alami bagi tanaman. Pemupukan organik membantu meningkatkan kesuburan tanah dan kandungan unsur hara dalam jangka panjang.

Jadwal Pemupukan

Tetapkan jadwal pemupukan yang teratur dan konsisten. Pemupukan sebaiknya dilakukan pada saat awal musim hujan, karena pada saat ini tanaman akan memulai periode pertumbuhannya dengan optimal.

Baca Juga | Cara Pemangkasan Pohon Kelengkeng Agar Cepat Berbuah

Hama Penyakit dan Cara Penanganannya

Hama dan penyakit merupakan ancaman serius dalam budidaya kelengkeng. Memahami jenis-jenis hama dan penyakit serta cara penanganannya adalah penting untuk menjaga tanaman tetap sehat dan produktif. Berikut adalah beberapa hama, penyakit, dan cara penanganannya dalam budidaya kelengkeng:

Hama

Kutu Daun (Aphids):

Hama ini menghisap getah tanaman dan dapat menyebabkan daun mengkerut serta pertumbuhan tanaman terhambat.

Penanganan:

Gunakan insektisida alami atau ramah lingkungan untuk mengendalikan kutu daun. Beberapa metode organik, seperti cairan sabun atau larutan air dengan cabai, dapat membantu mengusir kutu daun.

Kumbang Penggerek Batang (Stem Borers)

Kumbang dewasa akan bertelur di batang tanaman kelengkeng dan larvanya akan merusak batang, menyebabkan tanaman menjadi lemah dan berisiko mati.

Penanganan:

Potong dan bakar bagian batang yang terinfeksi. Gunakan jebakan feromon untuk menarik dan menangkap kumbang dewasa.

Tungau Erosi (Erinose Mites)

Hama ini dapat menyebabkan daun menggulung dan berwarna kemerahan.

Penanganan:

Semprotkan insektisida khusus untuk mengendalikan tungau eros dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman.

Penyakit

Busuk Buah (Fruit Rot)

Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang menyebabkan buah kelengkeng membusuk dan menjadi tidak layak konsumsi.

Penanganan

Singkirkan buah yang terinfeksi dari pohon dan lahan. Pastikan tanaman mendapatkan sirkulasi udara yang baik untuk mencegah kelembaban berlebih, yang menjadi kondisi ideal bagi perkembangan jamur.

Antraknosa (Anthracnose)

Penyakit jamur ini menyebabkan bercak gelap pada daun, ranting, dan buah kelengkeng.

Penanganan

Gunakan fungisida yang tepat untuk mengendalikan penyakit ini. Pastikan lingkungan pertanaman tetap bersih dan bebas gulma untuk mengurangi kelembaban dan penyebaran spora jamur.

Hawar Daun (Leaf Blight)

Penyakit ini menyebabkan bercak hitam pada daun dan mengganggu fotosintesis.

Penanganan

Cabut dan bakar daun yang terinfeksi. Jaga kebersihan lahan dan hindari kelembaban berlebih.

Pencegahan Umum

  1. Gunakan benih atau bibit yang bebas dari hama dan penyakit.
  2. Lakukan pemangkasan yang tepat dan bersih untuk menjaga kesehatan tanaman.
  3. Jaga kebersihan lahan dan lingkungan sekitar pertanaman.
  4. Gunakan pupuk organik untuk meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit.
  5. Monitor secara berkala kondisi tanaman dan segera tangani jika terdapat tanda-tanda serangan hama atau penyakit.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat, Kamu dapat melindungi tanaman kelengkeng dari serangan hama dan penyakit, serta menjaga produksi buah yang sehat dan berkualitas tinggi.

Panen Buah Kelengkeng

Peningkatan produksi tanaman merupakan tujuan penting bagi para petani. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan memilih varietas unggul yang dapat meningkatkan hasil panen.

Varietas Kristalin memiliki waktu pertumbuhan yang relatif singkat, hanya sekitar 4,5 bulan saja. Keunggulan dari varietas ini antara lain hasil yang melimpah, sehingga petani bisa mendapatkan panen yang besar dan memuaskan. 

Selain itu, Diamond River juga memiliki toleransi yang baik terhadap beberapa penyakit tanaman yang umum muncul, sehingga membantu mengurangi risiko kerugian akibat serangan penyakit. Kemampuan adaptasinya yang baik juga memungkinkan varietas ini tumbuh dengan baik di berbagai kondisi lingkungan, membuatnya cocok untuk ditanam di berbagai daerah.

Sementara itu, varietas Pingpong menawarkan waktu pertumbuhan yang sedikit lebih lama, sekitar 5-6 bulan. Namun, keunggulan lainnya tidak kalah menarik. Buah kelengkeng dari varietas Pingpong memiliki kualitas yang sangat baik, sehingga bisa dijadikan produk unggulan yang menarik minat pasar.

Selain itu, buah-buahnya juga memiliki daya tahan yang baik setelah panen, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan pengiriman. Rasanya yang manis dan lezat membuat kelengkeng varietas Pingpong menjadi favorit di pasar dan disukai oleh konsumen.

Penen buah kelengkeng bisa kamu lakukan setelah ada tanda-tanda berikut ini:

  1. Perubahan Warna Kulit: Kulit buah kelengkeng yang matang akan berubah menjadi lebih cerah, misalnya dari hijau menjadi merah atau merah kekuningan. Warna yang lebih cerah menandakan kematangan buah.
  2. Ukuran dan Bentuk: Buah kelengkeng yang matang biasanya memiliki ukuran yang lebih besar dan bulat. Bentuknya akan penuh dan tidak ada bagian yang terlalu rata atau mengkerut.
  3. Tekstur Kulit: Kulit buah kelengkeng yang siap panen akan terasa lembut ketika disentuh. Namun, pastikan tidak terlalu lembut karena bisa menandakan buah sudah terlalu matang.
  4. Mudah Terlepas: Ketika buah kelengkeng sudah matang, tangkainya akan lebih mudah lepas dari cabangnya dengan sedikit guncangan atau putaran.
  5. Aroma Wangi: Kelengkeng yang matang akan mengeluarkan aroma yang khas dan wangi. Jika Kamu mencium aroma yang harum, itu bisa menjadi pertanda buah sudah siap dipanen.
Demikianlah ulasan tentang budidaya kelengkeng agar berbuah lebat, Penulis berharap bahwa tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman. Selamat mencoba dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.

Posting Komentar

Posting Komentar