NdmSCJofn5qcY44UfTlhclVnBp3RL3BTYoA8yFLJ
Bookmark

Penyakit Pada Tanaman Buah Naga dan Pengendaliannya

Penyakit pada Tanaman Buah Naga dan Pengendaliannya

Penyakit Pada Tanaman Buah Naga dan Pengendaliannya - Tanaman buah naga yang sehat dan produktif dapat menjadi aset berharga bagi petani. Sayangnya, seperti halnya tanaman lainnya, buah ini juga rentan terhadap serangan penyakit. Nah, dalam artikel ini, Penulis akan membahas beberapa penyakit umum pada tanaman buah naga dan bagaimana mengendalikannya untuk menjaga tanaman tetap sehat dan produktif.

Penyakit-penyakit Umum pada Tanaman Buah Naga

Penyakit Antraknosa

Deskripsi penyakit dan gejala yang muncul

Antraknosa adalah salahsatu penyakit yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides. Gejala yang ditimbulkannya antara lain:

  1. Bercak Hitam pada Buah: Buah naga yang terinfeksi antraknosa dapat mengalami bercak hitam yang awalnya kecil namun kemudian membesar. Bercak ini biasanya berbentuk bulat atau oval, dan dapat meluas di permukaan buah dengan cepat. Bercak ini juga dapat menembus kulit buah dan mempengaruhi jaringan dalam buah.
  2. Lesi pada Daun dan Batang: Antraknosa juga dapat menyebabkan lesi (abnormal) pada daun dan batang buah naga. Lesi ini biasanya memiliki warna coklat tua dan terlihat lembap. Lesi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kualitas tanaman.
  3. Pembusukan pada Buah: Selain bercak hitam, antraknosa juga dapat menyebabkan pembusukan pada buah naga yang terinfeksi. Buah yang terinfeksi antraknosa akan mengalami pembusukan, menjadi lembek, dan mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap.

Faktor-faktor penyebab

Antraknosa pada buah naga adalah penyakit serius yang disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah tingginya kelembaban. Biasanya, antraknosa muncul saat buah terkena air atau lembap dalam waktu yang lama. Selain itu, kepadatan tanaman juga dapat menciptakan kondisi lembap dan memperbesar risiko penyakit ini. 

Suhu hangat juga menjadi kondisi yang ideal bagi perkembangan antraknosa. Patogen seperti jamur Colletotrichum atau Glomerella juga dapat menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ini. Dalam menghadapi antraknosa, penting untuk menjaga kelembaban yang tepat dan mengatur kepadatan tanaman agar tetap sehat dan produktif.

Pengendalian penyakit yang dianjurkan

Untuk mengendalikan antraknosa pada buah naga, ada beberapa langkah yang dianjurkan:

  1. Sterilisasi alat: Pastikan alat-alat yang digunakan untuk pemangkasan dan perawatan tanaman steril agar tidak menyebarkan penyakit. Gunakan alkohol atau bahan kimia sterilisasi yang direkomendasikan oleh ahli pertanian.
  2. Pemangkasan: Potong dan hilangkan semua bagian tanaman yang terinfeksi antraknosa. Pastikan Kamu menggunakan pisau tajam dan steril untuk meminimalkan potensi penyebaran penyakit.
  3. Penggunaan fungisida: Untuk mengontrol antraknosa, langkah yang bisa kamu lakukan adalah menggunakan fungisida seperti Dithane M-4M 40WP, Damazeb 80WP, Brilliant 72WP, Bion M 1/48WP, Greenville 80WP.
  4. Praktik sanitasi: Jaga kebersihan di sekitar tanaman buah naga. Bersihkan daun-daun gugur serta buah-buah yang terinfeksi. Hindari juga kelembaban berlebih, seperti air yang menggenang di sekitar tanaman.
  5. Rotasi tanaman: Lakukan rotasi tanaman dengan menanam tanaman lain selama beberapa tahun setelah antraknosa muncul. Hal ini membantu mengurangi populasi patogen penyebab penyakit.
  6. Pemupukan: Berikan nutrisi cukup kepada tanaman buah naga agar tetap sehat dan kuat. Tanaman sehat memiliki kemampuan melawan penyakit yang lebih baik.

Penyakit Embun Tepung

Deskripsi penyakit dan gejala yang muncul

Embun tepung, atau disebut juga pewarna abu-abu, disebabkan oleh jamur Uncinula necator. Jamur ini tumbuh dan menyebar di permukaan daun dan bagian tanaman lainnya, serta dapat mengurangi hasil panen.

Gejala awal Embun tepung dapat berupa penampilan lapisan serbuk putih seperti tepung pada permukaan daun, ranting, dan tunas. Selanjutnya, tanaman buah naga dapat mengalami penurunan pertumbuhan, daun menguning, kering, bahkan rontok. Jika penyakit ini tidak segera dikendalikan, maka tanaman yang terinfeksi akan memiliki permukaan berubah menjadi kering dan terlihat seperti terbakar.

Faktor-faktor penyebab

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan embun tepung antara lain adalah kelembaban tinggi, suhu hangat, sirkulasi udara buruk, dan kepadatan tanaman. Penyakit juga dapat menyebar melalui spora yang dibawa oleh angin.

Pengendalian yang dianjurkan

Beberapa langkah yang dianjurkan untuk mengendalikan penyakit embun tepung pada buah naga adalah sebagai berikut:

  1. Sanitasi: Jaga kebersihan di sekitar tanaman dengan cara membersihkan daun-daun yang terinfeksi atau jatuh. Hal ini dapat mengurangi penyebaran spora penyakit.
  2. Penggunaan fungisida: Untuk mengatasi embun tepung, ada beberapa pilihan fungisida kimia yang dapat digunakan, contohnya Dithane M-45 80WP, Benomyl, Bion M, dan sejumlah lainnya. Penggunaan fungisida ini dapat membantu mengendalikan penyakit embun tepung yang dapat merusak tanaman. Pastikan untuk mengikuti panduan penggunaan fungisida dengan seksama dan mematuhi aturan.
  3. Pemangkasan: Potong dan hilangkan bagian tanaman terinfeksi. Pastikan menggunakan pisau tajam dan steril untuk mencegah penyebaran penyakit.
  4. Penyiraman: Hindari penyiraman yang berlebihan dan usahakan menjaga kelembaban seimbang di sekitar tanaman. Lebih baik melakukan penyiraman di pagi hari untuk menghindari kelembaban tinggi yang memicu pertumbuhan jamur.

Penyakit Busuk Batang

Deskripsi penyakit dan gejala yang muncul

Busuk Batang pada buah naga disebabkan oleh berbagai jenis jamur, seperti Fusarium oxysporum, Phytophthora cactorum, dan Phytophthora nicotianae. Jamur ini menyebar melalui tanah yang terkontaminasi, air, dan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi. Penyakit ini dapat menyebabkan pembusukan dan kematian pada batang tanaman, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan dan produksi buah naga.

Gejala awal Busuk Batang dapat berupa pembusukan pada batang tanaman terinfeksi. Batang mungkin tampak lembek, bergelombang, dan berwarna kecoklatan atau hitam. Selain itu, tanaman terinfeksi juga akan menunjukkan gejala seperti daun menguning, gugur, dan mengering. Secara umum, tanaman terinfeksi Penyakit Busuk Batang akan mengalami penurunan pertumbuhan dan produksi buah.

Faktor-faktor penyebab

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan Penyakit Busuk Batang pada buah naga antara lain adalah kelembaban berlebihan pada tanah, pH tanah tidak optimal, drainase buruk, serta kepadatan tanaman. Selain itu, penyebaran jamur penyebab penyakit juga dapat terjadi melalui alat-alat tani yang terkontaminasi.

Pengendalian penyakit yang dianjurkan

Beberapa langkah yang dianjurkan untuk mengendalikan Penyakit Busuk Batang pada buah naga adalah sebagai berikut:

  1. Penanganan Bibit: Pastikan bibit yang akan ditanam bebas dari penyakit. Periksa dengan teliti sebelum membeli dan tanam hanya bibit yang sehat dan bermutu tinggi.
  2. Rotasi Tanaman: Lakukan rotasi dengan menanam tanaman lain selama beberapa tahun setelah terjadi serangan Penyakit Busuk Batang. Hal ini membantu mengurangi populasi jamur penyebab penyakit.
  3. Drainase yang Baik: Pastikan tanah memiliki drainase yang baik dengan cara memperbaiki saluran air, menghindari genangan air, dan memperbaiki struktur tanah jika diperlukan.
  4. Sanitasi: Jaga kebersihan di sekitar tanaman dengan memberantas gulma, menghilangkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi, dan membersihkan alat-alat pertanian sebelum digunakan.
  5. Penggunaan Fungisida: Untuk mengendalikan penyakit busuk batang, kamu juga bisa menggunakan beberapa metode pengendalian. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah menggunakan bakterisida, seperti Bion M 1/48 WP dan Bactocyn, untuk mencegah penularan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit ini.

Penyakit Layu Tunas

Deskripsi penyakit dan gejala yang muncul

Penyakit Layu Tunas disebabkan oleh infeksi jamur Fusarium oxysporum atau Phytophthora cactorum. Jamur ini menginfeksi sistem vaskular tanaman, yang menghambat aliran air dan nutrisi ke bagian atas tanaman, menyebabkan tunas dan ranting menjadi layu dan mati.

Gejala awal Penyakit Layu Tunas adalah munculnya layu pada tunas dan ranting. Tanaman juga menunjukkan kekurangan nutrisi, daun menguning, mengering, dan rontok. Pada tahap selanjutnya, tanaman mengalami deformasi, pertumbuhan terhambat, dan hasil panen buah naga menurun.

Faktor-faktor penyebab

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan Penyakit Layu Tunas pada buah naga termasuk infeksi jamur melalui tanah yang terkontaminasi, drainase yang buruk, penggunaan alat-alat tani yang terkontaminasi, serta kepadatan tanaman yang tinggi.

Pengendalian penyakit yang dianjurkan

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan Penyakit Layu Tunas pada buah naga adalah:

  1. Pemilihan bibit yang sehat: Pastikan Anda memilih bibit buah naga yang bebas dari penyakit sejak awal.
  2. Sanitasi: Jaga kebersihan di sekitar tanaman dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi. Hindari juga kelembaban berlebih dan genangan air di sekitar tanaman.
  3. Penggunaan fungisida: Untuk mengatasi penyakit layu tunas, Kamu lakukan penyemprotan dan pengolesan luka menggunakan jenis fungisida seperti Dithane M-4M 40WP, Damazeb 80WP, Brilliant 72WP, Bion M 1/48WP, Greenville 80WP, Festans 80WP, dan sejenisnya. 
  4. Drainase yang baik: Pastikanlah memiliki drainase yang baik dengan cara memperbaiki saluran air dan memastikan tanah memiliki kemampuan mengalirkan air dengan baik.
  5. Rotasi tanaman: Lakukan rotasi dengan menanam tanaman lain selama beberapa tahun setelah terjadi serangan Penyakit Layu Tunas. Hal ini membantu mengurangi populasi jamur penyebab penyakit.

Tips Pencegahan Penyakit

Pada saat menanam dan merawat buah naga, sangat penting untuk menjaga kesehatan dan menghindari serangan penyakit. Penyakit pada tanaman ini dapat menyebabkan kerugian yang signifikan, seperti menurunnya produktivitas dan kualitas buah yang dihasilkan. 

Oleh karena itu, penting untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga tanaman tetap sehat. Berikut adalah tips pencegahan penyakit pada tanaman buah naga:

  1. Penggunaan bibit yang sehat dan berkualitas: Pilih bibit yang bebas dari penyakit sejak awal. Pastikan bibit tersebut berasal dari sumber yang terpercaya dan sehat.
  2. Praktik sanitasi yang baik: Jaga kebersihan di sekitar tanaman dengan membersihkan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi dan menjaga kebersihan area tanam. Hindari juga penumpukkan sisa tanaman atau bahan organik yang dapat menjadi tempat berkembang biak bagi penyakit.
  3. Pengaturan kelembaban dan penyiraman yang tepat: Tanaman buah naga membutuhkan kelembaban seimbang. Hindari penyiraman dengan ukuran berlebih yang dapat menyebabkan kelembaban tinggi dan memicu pertumbuhan jamur. Pastikan juga cukup memberikan air tanaman secara teratur untuk menjaga kelembaban yang cukup bagi tanaman.
  4. Penggunaan metode pengendalian hayati: Pertimbangkan penggunaan metode pengendalian hayati seperti penggunaan musuh alami penyakit atau pemupukan organik yang dapat meningkatkan kekebalan tanaman terhadap penyakit. Contohnya adalah penggunaan predator alami seperti kepik, lebah, semut atau serangga pemakan hama lainnya yang dapat membantu mengendalikan populasi serangga pengganggu
  5. Penggunaan pestisida organik yang aman: Jika diperlukan, penggunaan pestisida organik yang aman dapat membantu mengendalikan serangan penyakit. Contohnya adalah menggunakan larutan air dengan campuran bawang putih, penggunaan minyak neem atau air rebusan tembakau.

Posting Komentar

Posting Komentar