Cara Budidaya Tanaman Jagung Agar Buahnya Besar

Daftar Isi

Cara Budidaya Tanaman Jagung Agar Buahnya Besar

Nabil Zaydan - Memiliki hasil panen dengan tongkol yang besar adalah impian bagi setiap petani. Budidaya tanaman jagung dengan tujuan menghasilkan buah yang lebih besar dan memuaskan tentunya memerlukan perhatian khusus pemeliharaan yang tepat. 

Dalam artikel ini, Penulis akan menjelaskan beberapa langkah penting dalam budidaya tanaman jagung agar buahnya tumbuh dengan ukuran yang besar dan mengesankan. Langkah-langkah ini mencakup pemilihan varietas yang tepat, pengaturan penyiraman yang baik, pemupukan yang tepat, serta teknik pemangkasan yang efektif. 

Dengan menerapkan praktik-praktik yang nantinya penulis jelaskan pada paragraf selanjutnya, diharapkan hasil panen jagung yang sedang atau akan kamu budidayakan dapat mencapai potensi terbaik dalam hal ukuran dan kualitas. Segera mari kita mulai membahas cara budidaya tanaman jagung agar buahnya besar, berikut ulasannya.

Apa Itu Jagung?

Tanaman jagung, atau Zea mays, merupakan tumbuhan serealia yang biasanya ditanam untuk diambil biji jagungnya sebagai sumber makanan manusia dan pakan ternak. Jagung termasuk dalam famili rumput-rumputan (Poaceae) dan asalnya dari benua Amerika. Tanaman jagung memiliki batang tegak, daun lancip berbaris spiral, dan tongkol yang membawa biji jagung.

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan penting di berbagai negara, baik untuk konsumsi manusia langsung maupun sebagai bahan dasar industri pangan. Selain itu, biji jagung juga digunakan dalam produksi pakan ternak, minyak jagung, tepung jagung, dan berbagai produk olahan lainnya. Tanaman jagung juga memiliki peran ekologis sebagai tanaman penutup tanah dan bahan baku untuk bioenergi.

Jagung memiliki nilai gizi yang tinggi, mengandung karbohidrat kompleks, serat, vitamin B, dan mineral seperti zat besi dan magnesium. Tanaman ini tumbuh subur di daerah dengan iklim hangat dan musim panas yang panjang.

Syarat Tumbuh Jagung

Agar pertumbuhannya optimal, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk tanaman jagung. Pertama, sinar matahari yang cukup sangat penting bagi jagung. Proses fotosintesis yang berperan penting dalam pertumbuhannya membutuhkan paparan sinar matahari selama 6-8 jam per hari. Selain itu, suhu ideal untuk jagung berkisar antara 20-30 derajat Celsius. Tanaman ini juga membutuhkan curah hujan yang cukup, yaitu sekitar 600-800 mm selama masa pertumbuhan.

Selain faktor lingkungan, kondisi tanah juga berperan penting dalam pertumbuhan jagung. Tanaman ini tumbuh dengan baik di tanah yang subur, kaya nutrisi, dan memiliki kandungan humus yang cukup, dengan pH tanah sekitar 5,8-7,0. Penting juga untuk memperhatikan drainase tanah yang baik, agar terhindar dari genangan air yang dapat merusak akar tanaman.

Selain itu, penting juga untuk memperhitungkan jarak tanam yang tepat untuk jagung. Tanaman ini membutuhkan ruang yang cukup untuk perkembangan daun dan tongkolnya. Jarak tanam yang umum digunakan adalah sekitar 75-90 cm antara baris tanaman, dan 20-30 cm antara tiap tanaman dalam satu baris.

Fase Pertumbuhan Jagung

Tanaman jagung mengalami beberapa fase pertumbuhan yang penting sepanjang siklus hidupnya. Fase pertama adalah fase perkecambahan, di mana biji memulai pertumbuhan akar pertamanya. Selama fase perkecambahan, penting untuk menyediakan lingkungan yang lembab dan suhu yang tepat agar biji dapat berkecambah dengan baik.

Setelah itu, jagung memasuki fase vegetatif. Pada fase ini, tanaman mengalami pertumbuhan daun dan akar yang pesat. Daun-daunnya akan membentuk struktur hijau yang penting dalam proses fotosintesis. Pada saat ini, penting untuk memberikan air dan nutrisi yang cukup agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan sehat.

Kemudian, jagung memasuki fase pembentukan tongkol. Pada fase ini, tanaman mulai membentuk malai atau tongkol yang berisi biji-bijian. Saat tongkol mulai terbentuk, penting untuk memberikan pemupukan fosfor dan kalium yang cukup serta memastikan kelembaban tanah yang stabil. Pemeliharaan yang baik selama fase pembentukan tongkol akan membantu menghasilkan jagung yang lebih besar dan berkualitas.

Terakhir, jagung memasuki fase pematangan. Di tahap ini, biji jagung yang terdapat dalam tongkol mengalami pengerasan dan pemasakan. Tanaman akan menunjukkan gejala daun yang menguning dan mengering. Pada saat ini, penting untuk menghentikan penyiraman agar benih dapat benar-benar matang.

Jenis Lahan Budidaya Jagung

Tanaman jagung dapat dikembangkan di berbagai jenis lahan, asalkan memenuhi kebutuhan tumbuh tanaman tersebut. Berikut adalah beberapa jenis lahan yang ideal untuk budidaya jagung:

  1. Lahan berjenis tanah lempung atau tanah liat: Tanah lempung atau tanah liat memiliki kandungan mineral dan kapasitas penyimpanan air yang baik. Ini memungkinkan tanaman untuk mendapatkan pasokan air yang cukup dan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhannya.
  2. Lahan berjenis tanah berpasir: Tanah berpasir memiliki drainase yang baik, sehingga air tidak tergenang di sekitar akar tanaman. Namun, penting untuk memperhatikan penyediaan air yang cukup pada tanah berpasir, karena tanah ini cenderung kering lebih cepat.
  3. Lahan berlereng: Tanaman jagung juga dapat ditanam di lahan dengan kemiringan. Lereng membantu dalam drainase air dan pemotongan angin sehingga mengurangi risiko erosi tanah. Namun, perlu diperhatikan teknik pengelolaan tanah yang baik untuk mencegah erosi.
  4. Lahan dengan keasaman tanah yang sesuai: Jagung lebih cocok tumbuh pada tanah dengan pH sekitar 5,8-7,0. Jika pH tanah terlalu rendah atau terlalu tinggi, dapat mempengaruhi ketersediaan nutrisi tanaman dan pertumbuhan jagung.

Cara Menanam Jagung yang Baik

Memilih Bibit Jagung

Terdapat berbagai jenis bibit yang dapat dipilih, tergantung pada tujuan awal Kamu ingin menanam jagung. Berikut ini adalah beberapa jenis bibit jagung yang umum digunakan:

  1. Benih Lokal: Benih lokal mengacu pada bibit jagung yang telah dimodifikasi dan dikembangkan secara khusus untuk kondisi lingkungan tertentu di suatu daerah. Benih lokal sering kali memiliki kelebihan dalam hal ketahanan terhadap penyakit dan hama yang umum di daerah tersebut. Sebagai contoh, varietas lokal "Bisma" telah dikembangkan di Indonesia untuk pertumbuhan optimal dalam iklim tropis.
  2. Benih Komposit: Benih komposit merupakan hasil persilangan beberapa varietas jagung yang bertujuan untuk menghasilkan keunggulan tertentu. Keuntungan dari benih komposit adalah meningkatnya keragaman genetik dalam satu jenis tanaman jagung, yang memungkinkan adaptasi yang lebih baik terhadap variasi lingkungan. Pioneer P31G33, sebagai contoh benih komposit, menggabungkan variasi genetik untuk menghasilkan hasil panen yang tinggi dan kualitas tongkol yang baik.
  3. Benih Hibrida: Benih hibrida terbentuk melalui persilangan dua atau lebih varietas jagung yang berbeda. Benih hibrida sering kali memiliki pertumbuhan yang lebih kuat, hasil yang lebih tinggi, ketahanan terhadap penyakit, dan konsistensi yang baik. Sebagai contoh, Pionir Hybrid 30RR22 merupakan salah satu benih hibrida yang tahan terhadap serangan hama ulat dan menghasilkan hasil panen yang tinggi.

Persiapan Lahan

Persiapan lahan adalah tahap penting dalam proses budidaya tanaman jagung. Berikut adalah penjelasan mengenai persiapan lahan:

  1. Pembersihan lahan: Langkah awal adalah membersihkan lahan dari gulma dan sisa-sisa tanaman sebelumnya. Gulma dapat bersaing dengan tanaman dalam mendapatkan nutrisi dan ruang yang diperlukan. Melakukan pembersihan lahan secara menyeluruh akan memberikan ruang yang optimal bagi pertumbuhan tanaman.
  2. Pengolahan tanah: Setelah proses pembersihan,lahan perlu diolah untuk mempersiapkan kondisi tanah yang baik. Pengolahan tanah meliputi penggemburan dan pemadatan tanah. Metode pengolahan tanah yang umum melibatkan penggunaan alat seperti cangkul atau bajak. Tujuannya adalah untuk melonggarkan tanah, meningkatkan drainase, dan memperbaiki penetrasi akar tanaman.
  3. Pemupukan awal: Tanaman jagung membutuhkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhannya terutama diawal pertumbuhannya. Sebelum melakukan penanaman, disarankan untuk memberikan pupuk organik atau pupuk kompos sebagai pupuk starter. Pemupukan yang merata dan terukur sangat penting dalam memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang seimbang.
  4. Pembentukan bedengan: Pembuatan bedengan merupakan proses untuk mempersiapkan tempat penanaman dan kemudahan dalam melakukan perawatan tanaman jagung. Bedengan sebaiknya memiliki lebar sekitar 75-90 cm dan tinggi sekitar 20-30 cm. Penting untuk memastikan bedengan terbentuk dengan baik sehingga penggunaan ruang dan air dapat dioptimalkan.

Membuat Lubang Tanam

Membuat lubang tanam atau sering juga dikenal dengan istilah menugal jagung dan menentukan jarak tanam jagung merupakan langkah penting dalam proses penanaman. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu pertimbangkan:

  1. Menentukan jarak tanam: Jarak tanam jagung dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti varietas jagung, sifat tanah, dan sistem penanaman yang digunakan. Secara umum, jarak tanam yang umum digunakan adalah antara 75-90 cm antar baris dan 20-30 cm antar tanaman dalam satu baris.
  2. Menandai lubang tanam: Untuk melakukannya, Kamu bisa menggunakan tali atau alat penanda yang sesuai untuk menentukan jarak antar baris dan antar tanaman di lapangan. Hal ini akan membantumu membuat lubang tanam dengan konsistensi yang baik dan memastikan jarak tanam yang tepat.
  3. Membuat lubang tanam: Gunakan alat seperti cangkul atau tugal untuk membuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar 3-5 cm. Pastikan lubang terbuat dengan rapi dan sesuai dengan jarak tanam yang telah ditentukan.
  4. Mengatur jarak antar lubang tanam: Pastikan lubang tanam diatur secara rapi dengan jarak yang tepat sesuai dengan rencana tanaman dan pembagian lahan.

Menanam Benih Jagung

Sebelumnya penulis telah menjelaskan jarak tanam yang pas untuk tanaman jagung. Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana cara menanam benih jagung yang baik, berikut langkah-langkahnya:

  1. Letakkan satu atau dua biji benih ke dalam setiap lubang tanam. Pastikan benih diletakkan dengan benar dan memiliki kedalaman tanam yang tepat. Kamu dapat menutup lubang tanam dengan tanah yang sudah digali tadi.
  2. Setelah menanam benih, lakukan penyiraman yang cukup untuk memastikan benih mendapatkan kelembaban yang dibutuhkan untuk berkecambah. Pastikan tanah tetap lembab selama proses perkecambahan dan pertumbuhan awal.
  3. Setelah benih berkecambah, Kamu perlu melanjutkan perawatan yang tepat seperti memberikan pupuk yang sesuai dan melakukan pengendalian gulma secara teratur. Pada bagian ini akan penulis bahas di paragraf selanjutnya, tetap membaca ya teman-teman dan mari lanjut ke paragraf selanjutnya.

Perawatan Tanaman Jagung

Perawatan adalah salahsatu bagian terpenting untuk memastikan pertumbuhan dan hasil yang optimal tanamanmu. Berikut adalah beberapa aspek dalam perawatannya yang perlu diperhatikan:

Penyiraman

Tanaman jagung membutuhkan penyiraman yang cukup, terutama pada fase pertumbuhan awal dan saat pembentukan tongkol. Penyiraman sebaiknya dilakukan saat tanah mulai terasa kering, dan hindari penyiraman berlebih yang dapat menyebabkan genangan air. Pastikan tanah sampai kedalaman akar tetap lembab, namun jangan sampai terlalu basah. Lakukan penyiraman secara merata, terutama pada musim kemarau atau saat suhu tinggi.

Penyulaman Tanaman

Jika terdapat jagung yang tidak tumbuh dengan baik atau mati, penting untuk melakukan penyulaman. Pilih bibit jagung yang sehat dan kuat. Lakukan penyulaman segera setelah terdeteksi adanya tanaman yang kosong atau lemah. Pastikan untuk menjiplak dan melindungi akar bibit yang baru agar tidak terluka. Jarak penyulaman disesuaikan dengan jarak tanam yang telah ditentukan sebelumnya.

Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang dapat bersaing dengan jagung dalam mendapatkan nutrisi, air, dan cahaya matahari. Lakukan penyiangan secara teratur, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman. Sedapat mungkin, hindari penggunaan herbisida yang dapat membahayakan jagung. Tapi, bagi kamu yang punya modal yang pas-pasan, kamu bisa menggunakan herbisida dan gunakan hanya setelah tanaman tumbuh cukup tinggi. Sewaktu menggunakan herbisida. usahakan untuk tidak mengenai daun dan tidak merusak akar tanaman.

Pemupukan Tanaman Jagung

Pemupukan merupakan bagian penting dalam perawatan tanaman jagung. Berikut ini informasi mengenai pemupukan tanaman yang baik:

Frekuensi Pemupukan

Berapa kali pemupukan jagung sebaiknya dilakukan? Jadi, pemupukan biasanya dilakukan dalam beberapa tahap, tergantung pada umur tanaman dan kebutuhan nutrisi. Secara umum, pemupukan dilakukan sebanyak 3-4 kali selama siklus pertumbuhannya.

Umur Pemupukan

Pupuk untuk Tanaman Jagung: Pupuk yang baik harus mengandung unsur hara yang beragam sesuai kebutuhan tanaman. Umumnya, pupuk yang direkomendasikan adalah pupuk majemuk yang mengandung nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Selain itu, pupuk organik seperti pupuk kompos juga dapat memberikan nutrisi dan meningkatkan kesuburan tanah.

Pemupukan Awal

Pada tahap ini, idealnya gunakan pupuk dengan kandungan nitrogen (N) yang tinggi, seperti urea. Lakukan pemupukan pada tanaman umur 14 hari setelah tanam (HST) dengan dosis pemupukan sekitar 60-90 kg urea per hektar. Lalu, pupuk ditaburkan dengan jarak 4-5 jari pokok tanaman. Pupuk urea ini membantu dalam proses pertumbuhan vegetatif awal tanaman jagung.

Pemupukan Lanjutan

Pada tahap ini, dianjurkan menggunakan pupuk dengan kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang seimbang. Dosis pemupukan lanjutan biasanya berkisar antara 40-80 kg urea dan 60-90 kg pupuk NPK per hektar. Pemupukan ini dapat diberikan sekitar 30-40 hari setelah tanam. Pemupukan ini membantu dalam pertumbuhan tanaman jagung.

Pemupukan Tambahan

Pada tahap ini, tanaman jagung membutuhkan pupuk dengan kandungan fosfor (P) dan kalium (K) yang lebih tinggi untuk mendukung pembentukan tongkol dan produksi biji yang baik. Dosis pemupukan tambahan berkisar antara 40-60 kg pupuk NPK per hektar. Pemupukan ini biasanya dilakukan sekitar 60 hari setelah tanam (HST) dan ini adalah pemupukan yang terakhir dilakukan sebelum panen.

Cara Budidaya Tanaman Jagung Agar Buahnya Besar

Panen dan Pasca Panen Jagung

Ciri-ciri Jagung Siap Panen

Waktu panen: Biasanya, jagung siap panen setelah 70-90 hari setelah tanam, tergantung pada jenis varietas dan faktor-faktor iklim lokal. Untuk lebih jelasnya kamu bisa pertimbangkan ciri-ciri berikut ini:

  1. Perubahan warna: jagung yang siap panen memiliki warna yang kering dan kuning atau kecoklatan. Kulit biji jagung pada tongkol juga harus keras dan tidak lecet saat ditekan dengan kuku.
  2. Selain itu, ciri lain yang bisa kamu perhatikan adalah adanya perubahan warna pada daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning kecoklatan dan terkesan layu.

Cara Panen Jagung

Cara memanen jagung biasanya dilakukan ketika jagung telah mencapai kematangan yang tepat. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Pastikan Kamu memiliki alat panen seperti sabit atau pisau tajam, ember atau keranjang untuk menyimpan jagung yang sudah dipanen, dan sarung tangan tahan duri untuk melindungi tanganmu.
  2. Potong tangkai jagung dengan hati-hati di pangkalnya dengan menggunakan parang atau gunting taman. Hindari merusak bulir jagung, jangan memotong terlalu dalam sehingga tongkol tetap utuh dan terjaga kualitasnya.
  3. Letakkan jagung yang sudah dipanen ke dalam wadah atau karung dengan hati-hati. Pastikan untuk merapikan dan menghindari terjatuh atau terinjak.
  4. Setelah selesai memanen, bersihkan jagung dari dedaunan atau sampah yang menempel.

Nabil Zaydan
Nabil Zaydan Assalamu 'Alaikum. Halo, saya Nabil Zaydan, seorang petani dan peternak dengan lebih dari 10 tahun pengalaman. Saya tertarik dengan inovasi teknologi dalam bidang pertanian dan peternakan dan selalu mencari cara untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam usaha saya dan membagikan ilmu yang saya dapatkan kepada pembaca setia blog ini.

Posting Komentar