NdmSCJofn5qcY44UfTlhclVnBp3RL3BTYoA8yFLJ
Bookmark

Teknik Pembenihan Ikan Gabus yang Harus Kamu Pertimbangkan

Teknik Pembenihan Ikan Gabus
Sumber foto: Hasan Ashari via canva.com

Teknik Pembenihan Ikan Gabus - Pembenihan ikan gabus merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pengembangan budidaya perikanan air tawar. Proses ini melibatkan serangkaian langkah mulai dari persiapan media pembenihan, perawatan induk, teknik pemijahan, penetasan telur, hingga pemeliharaan larva sebelum benih disebar ke dalam kolam pemeliharaan utama. 

Dalam artikel ini, akan dibahas secara rinci berbagai tahapan tersebut, memberikan pemahaman mendalam bagi peternak khususnya bagi mereka yang tertarik dalam industri perikanan air tawar. Langkah-langkah tersebut memiliki peran krusial dalam mencapai keberhasilan pembenihan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas ikan gabus yang dihasilkan. Apa saja tahapan-tahapan tersebut? berikut ulasannya.

Menyiapkan Media Pembenihan

Sebelum melangkah ke tahap yang lebih mendalam, kamu harus menyiapkan media pembenihan. didalam media ini nantinya kamu dapat melakukan pemeliharaan ikan gabus dengan menggunakan kolam anyaman bambu yang dipasang di lahan rawa. Kolam ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga melindungi ikan ini dari paparan sinar matahari langsung, dengan tambahan tanaman eceng gondok.

Proses pembibitan dapat dilakukan dengan menggunakan rangka kayu yang bagian atasnya ditutup, dan ditempatkan di lahan rawa. Setiap pasang sebaiknya ditempatkan pada tempat teduh yang sama untuk memudahkan pengamatan.

Gunakan waring berukuran 4 x 6 yang ditanami eceng gondok di sekitarnya untuk menyebarkan larva hingga menjadi benih. Waring tersebut ditempatkan dalam kolam yang subur dan kaya akan plankton. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan proses pemeliharaan ikan gabus dari fase perawatan hingga tahap benih dapat berjalan dengan lebih efisien.

Menyiapkan Indukan

Pemilihan indukan dari hasil penangkapan di alam memberikan manfaat positif dalam proses pemeliharaan. Sebelum dimanfaatkan, ikan induk yang berasal dari alam mengalami penjinakan selama sekitar dua bulan di dalam wadah pemeliharaan.

Proses penjinakan ini memiliki signifikansi tersendiri, seperti membantu induk beradaptasi dengan lingkungan pemeliharaan, mengurangi tingkat stres, dan meningkatkan kesiapan reproduksi. Oleh karena itu, pemilihan induk dari alam dan penerapan penjinakan memiliki peran penting sukses atau tidaknya usaha pembenihan ini.

Selama periode penjinakan, memberikan pakan berupa anak ikan hidup juga memberikan keunggulan. Kebiasaan ikan gabus yang lebih menyukai pakan hidup dapat memberikan stimulasi alami, meningkatkan respons makan, dan mendukung pertumbuhan yang optimal. 

Jumlah anak ikan yang diberikan sebagai pakan adalah sekitar 2-3 ekor per induk ikan gabus yang sedang dipelihara. Jumlah ini mampu memberikan nutrisi yang mencukupi dan mendukung kondisi kesehatan induk dengan baik. Dengan demikian, kombinasi pemilihan induk dari alam, penjinakan, dan pemberian pakan yang tepat dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan ikan gabus secara menyeluruh.

Proses Pembenihan

Seleksi Induk

Sangat penting untuk melakukan seleksi indukan yang dikawinkan. Seleksi ini dilakukan dengan mencermati ciri-ciri yang membedakan ikan gabus betina dan jantan, terutama saat persiapan untuk pemijahan. Ciri-ciri ikan betina, seperti kepala yang membulat, perut yang lembek, dan kemampuan mengeluarkan telur, memberikan indikasi kesiapan reproduksi. Di sisi lain, ciri-ciri ikan jantan, seperti kepala yang lonjong, warna tubuh yang cenderung gelap, dan kemampuan mengeluarkan cairan putih ketika diurut, juga menjadi parameter penting.

Selain itu, ukuran ideal induk yang akan dipijahkan, yaitu di atas 250 gram per ekor, dapat menjadi panduan bagi peternak untuk memilih induk yang optimal. Dengan memahami ciri-ciri ini, diharapkan proses pemijahan dapat dilakukan dengan lebih efektif, membantu kelangsungan populasi ikan, serta meningkatkan produktivitas dalam budidaya ikan gabus.

Penyuntikan Hormon

Pemberian hormon ovaprim atau ekstrak hipofisa ikan gabus merupakan langkah yang signifikan dalam manajemen pemijahan. Penyuntikan hormon ovaprim pada dosis optimal 0.4 ml per kilogram berat badan ikan memberikan alternatif yang efektif untuk merangsang pemijahan. Sebaliknya, penggunaan ekstrak hipofisa dengan dosis yang disarankan, yakni rasio 3:1, juga menjadi opsi yang dapat dipertimbangkan.

Dengan memahami metode ini, diharapkan peternak dapat meningkatkan efisiensi dalam proses pemijahan dan mencapai hasil yang optimal. Penerapan teknik ini dapat menjadi strategi yang terencana untuk mendukung terlaksananya proses pembiakan ikan gabus dan sekaligus meningkatkan produksi perikanan secara keseluruhan.

Mengawinkan Ikan Gabus

Proses kawin ikan gabus melibatkan beberapa langkah. Pertama, ikan disuntik hormon untuk merangsang pemijahan seperti yang telah penulis jelaskan sebelumnya. Kemudian, ikan-ikan tersebut ditempatkan di dalam waring yang telah disiapkan. Setiap waring dipasangkan dengan satu pasang indukan, terdiri dari satu ekor jantan dan satu ekor betina dengan bobot yang seimbang. Proses ini bertujuan untuk menciptakan kondisi ideal bagi proses pembenihan ini.

Dalam waring tersebut, ikan ini akan melakukan proses kawin atau pemijahan. Pada tahap ini, ikan betina melepaskan telur, dan ikan jantan melepaskan sperma untuk membuahi telur-telur tersebut. Proses ini menjadi langkah awal dalam pembentukan telur. Setelah pemijahan selesai, telur-telur yang telah dibuahi akan mengalami perkembangan lebih lanjut hingga menjadi larva yang siap dikembangbiakkan.

Penetasan Telur

Setelah ikan gabus bertelur, telur diambil menggunakan scoop net halus untuk kemudian disiapkan dalam proses penetasan. Penetasan telur dapat dilakukan di dalam waring pemijahan atau dipindahkan ke dalam kolam terpal yang khusus dibuat sebagai media penetasan telur. Alternatif lainnya adalah melakukan proses penetasan di dalam akuarium. Penetasan telur dalam akuarium memberikan tingkat kontrol yang lebih baik dan memungkinkan pengaturan suhu media penetasan.

Suhu air yang optimal untuk media penetasan telur adalah sekitar 0,5 derajat celcius. Proses penetasan ini merupakan tahap penting dalam siklus pembiakan ikan gabus, di mana telur-telur yang telah diambil dari waring pemijahan atau kolam terpal akan ditempatkan dalam kondisi yang mendukung perkembangan optimal. Dengan pengaturan suhu yang tepat, penetasan telur akan berlangsung dengan baik, dan larva yang menetas dapat berkembang menjadi fase selanjutnya dalam siklus hidupnya.

Baca Juga | Sistem Resirkulasi Air Dalam Budidaya Ikan Gabus

Pemeliharaan Larva

Selama masa pemeliharaan larva, pakan yang diberikan terdiri dari sumber pakan alami, seperti artemia, dapnia, dan cacing sutera. Pemberian pakan disesuaikan dengan tahap perkembangan larva. Pada rentang usia 4 hingga 13 hari, diberikan naupli Artemia sp. sebagai pakan utama. Kemudian, pada usia 16 hingga 21 hari, pemberian pakan beralih ke Daphnia sp. Untuk fase selanjutnya, yaitu usia 24 hingga 33 hari, larva diberikan pakan berupa cacing sutera.

Penyebaran Benih Ke Kolam

Penyebaran benih atau larva dapat dilakukan dengan memanfaatkan waring atau kolam terpal sebagai media penyebaran. Pada fase pendederan, yang berlangsung mulai dari usia 7 hingga 30 hari, disarankan untuk menyebar larva dengan kepadatan sebanyak 2 ekor per liter air. Pakan yang diberikan terdiri dari campuran cacing tubifex dan pakan pellet buatan.

Pemilihan jenis media penyebaran disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang paling sesuai untuk pemeliharaan larva. Selama fase penyebaran, pemberian pakan yang mencakup kombinasi cacing tubifex dan pellet buatan bertujuan untuk menyediakan asupan nutrisi yang seimbang demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan larva ikan gabus.

Kesimpulan

Secara keseluruhan proses pembenihan ikan gabus, langkah-langkah tersebut diambil untuk memastikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang optimal dari tahap telur hingga menjadi benih yang siap ditempatkan di kolam pemeliharaan utama. Pemilihan media, persiapan induk, teknik pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva, dan penyebaran benih merupakan bagian penting dari kegiatan pembenihan ini.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa manfaat memberikan pakan hidup selama periode penjinakan induk?

Pemberian pakan hidup, seperti anak ikan hidup, memberikan stimulasi alami, meningkatkan respons makan, dan mendukung pertumbuhan optimal pada ikan gabus.

Bagaimana cara penetasan telur ikan gabus dilakukan?

Setelah bertelur, telur diambil menggunakan sekupnet halus dan disiapkan untuk proses penetasan. Penetasan dapat dilakukan dalam waring pemijahan, kolam terpal, atau akuarium dengan pengaturan suhu yang optimal.

Mengapa penting melakukan seleksi indukan yang akan dipijahkan?

Seleksi indukan yang akan dipijahkan penting dilakukan untuk memastikan reproduksi yang efektif. Ciri-ciri fisik seperti bentuk kepala, perut, dan perilaku reproduksi menjadi parameter penting dalam seleksi ini.

Apa yang harus diperhatikan dalam proses penyebaran benih ke dalam kolam?

Dalam proses penyebaran benih, media seperti waring atau kolam terpal dapat digunakan. Pemberian pakan yang mencakup cacing tubifex dan pakan pellet buatan menjadi faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan larva.

Apa saja tahapan utama dalam program pembenihan ikan gabus?

Tahapan utama melibatkan persiapan media pembenihan, penyiapan indukan, teknik pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva, dan penyebaran benih ke dalam kolam pemeliharaan utama. Keseluruhan langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang optimal dari tahap telur hingga menjadi benih yang siap ditempatkan di kolam pemeliharaan utama.

Posting Komentar

Posting Komentar