NdmSCJofn5qcY44UfTlhclVnBp3RL3BTYoA8yFLJ
Bookmark

Budidaya Jamur Merang Media Jerami Padi: Panduan untuk Pemula

Budidaya Jamur Merang Media Jerami Padi
Sumber foto: Kurapy11 (GettyImages)

Budidaya jamur merang media jerami - Jamur merang (Volvariella volvacea) merupakan jenis jamur yang sangat diminati di Indonesia karena memiliki citarasa yang enak dan kandungan nutrisi yang tinggi. Budidaya jamur merang media jerami bisa dilakukan dengan mudah menggunakan bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar kita. 

Dalam panduan ini, Penulis akan menguraikan secara lengkap langkah-langkah memulai budidaya jamur merang mulai dari awal hingga waktu panen. Apa saja langkah-langkahnya? berikut ulasannya.

Persiapan Alat dan Bahan

Langkah pertama dalam budidaya jamur merang adalah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan. Bahan-bahan utama yang diperlukan termasuk jerami padi, bibit, dan nutrisi.

  • Jerami padi merupakan bahan dasar yang digunakan sebagai media tanam untuk jamur merang. Jerami padi dari varietas tertentu yang memiliki kualitas baik sangat disarankan, seperti varietas C.R.1014, 1242, 141, dan T90. Pastikan untuk memanen jerami padi dengan benar, meninggalkan sekitar 4” hingga 6” dari permukaan tanah untuk menghindari kontaminasi dan pembusukan.
  • bibit juga merupakan elemen yang penting dalam proses budidaya jamur merang. Kualitas bibit yang baik dan bebas dari kontaminasi menjadi salahsatu kunci untuk memastikan pertumbuhan jamur menjadi optimal. Siapkan bibit sekitar 250 hingga 350 gram.
  • Wadah tumbuh jamur dengan ukuran panjang 15-20 cm, lebar 10-15 cm, dan tinggi lebih kurang 10 cm. Disiapkan menggunakan sekitar 10 hingga 20 ikatan jerami, bergantung pada ketebalan ikatan tersebut.
  • Nutrisi adalah bahan tambahan yang digunakan untuk memberikan nutrisi tambahan kepada jamur selama masa pertumbuhan. Bubuk dari kacang merah, kacang hitam, atau kacang hijau, bersama dengan dedak gandum dan sekam padi, sering digunakan sebagai nutrisi untuk jamur merang.

Langkah-langkah Budidaya Jamur Merang

Budidaya jamur merang merupakan kegiatan yang menarik dan dapat dilakukan dengan relatif mudah, bahkan oleh pemula sekalipun. Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai budidaya jamur merang:

Potong Jerami Padi

Jerami padi yang telah dipanen harus dipotong menjadi ukuran yang sesuai sebelum digunakan sebagai media tanam untuk jamur merang. Potong jerami menjadi potongan-potongan sekitar 60-70 cm menggunakan alat pemotong jerami. Pastikan untuk memotong jerami dengan rapi dan seragam agar memudahkan proses penataan di wadah tumbuh jamur nantinya.

Rendam Jerami dalam Air

Rendam sejumlah ikatan jerami yang dibutuhkan dalam wadah berisi air bersih selama 12 hingga 16 jam. Pastikan air yang digunakan bersih, hindari air dari parit, kolam, atau sumber air yang tercemar. Saat merendam, campurkan 100 ml formalin dan 10 gram bavistin per 100 liter air. Jika memungkinkan, gunakan air panas untuk merendam jerami.

Angkat dan Tiriskan Jerami

Setelah proses perendaman, angkat ikatan jerami dari wadah berisi air dan biarkan selama 5 hingga 6 jam. Langkah ini bertujuan untuk memungkinkan air yang berlebihan dalam dan di sekitar jerami mengalir keluar secara alami. Dengan demikian, kelembapan di dalam jerami dapat terjaga sekitar 75%, kondisi yang ideal untuk pertumbuhan jamur merang.

Bagi Bibit Jamur Merang

Sementara jerami sedang direndam dan dikeringkan, bagi bibit jamur merang menjadi bagian-bagian kecil yang sesuai. Gunakan pisau steril atau alat lainnya untuk membagi bibit menjadi potongan-potongan kecil seukuran ibu jari. Pastikan untuk bekerja dengan hati-hati dan steril agar menghindari kontaminasi yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur.

Siapkan Wadah Tumbuh Jamur

Setelah semua bahan telah disiapkan, saatnya untuk menyiapkan wadah tumbuh jamur. Tempatkan lapisan pertama dari jerami yang telah direndam di dasar wadah tumbuh dengan rapi. Pastikan untuk meratakan jerami sehingga membentuk lapisan yang padat dan merata.

Budidaya Jamur Merang Media Jerami Padi

Tata Lapisan Jerami dan Bibit Jamur Merang Secara Bergantian

Selanjutnya, tata lapisan jerami dan potongan-potongan bibit jamur merang secara bergantian di atas lapisan jerami pertama. Pastikan untuk menyebarkan potongan-potongan bibit dengan merata di seluruh permukaan wadah. Ini akan memastikan bahwa jamur memiliki akses yang baik ke nutrisi dan dapat tumbuh dengan sehat dan kuat.

Tambahkan Nutrisi

Selain jerami dan bibit, tambahkan nutrisi tambahan seperti dedak padi di antara lapisan-lapisan jerami dan bibit jamur merang. Nutrisi tambahan ini akan membantu meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan jamur merang selama masa pertumbuhan.

Tutup Wadah Tumbuh

Terakhir. tutupi lapisan terakhir dengan jerami setinggi 1 hingga 2 inci, sejajar dengan lapisan kedua. Pastikan menekan lapisan paling atas dengan ringan untuk memfasilitasi pertumbuhan miselium yang optimal. Gunakan alat pemotong untuk memangkas jerami yang mungkin tumpah di sekitar wadah tumbuh.

Baca Juga: Budidaya Jamur Merang Tanpa Kumbung

Perawatan dan Pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan yang tepat sangat penting untuk memastikan kesuksesan budidaya jamur merang media jerami. Berikut adalah beberapa langkah penting dalam perawatan dan pemeliharaan wadah tumbuh:

  1. Pemeliharaan Kelembaban: Menjaga kelembaban yang tepat di dalam wadah tumbuh jamur adalah kunci untuk pertumbuhan jamur yang baik. Selama fase pertumbuhan awal, pastikan untuk menyemprotkan air secara teratur untuk menjaga kelembaban yang diperlukan. Namun, hindari kelembaban berlebih yang dapat menyebabkan pembusukan atau pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan.
  2. Pengendalian Suhu: Suhu lingkungan yang optimal adalah faktor penting dalam pertumbuhan jamur. Pastikan suhu di sekitar wadah tumbuh jamur tetap stabil, idealnya antara 25°C hingga 30°C. Suhu yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur dan mengurangi hasil panen.
  3. Sirkulasi Udara: Sirkulasi udara yang baik juga penting untuk pertumbuhan jamur yang sehat. Pastikan untuk memberikan ventilasi yang cukup di sekitar wadah untuk memastikan pasokan udara segar. Namun, hindari sirkulasi udara yang terlalu kuat yang dapat mengeringkan wadah tumbuh jamur.
  4. Pengawasan Reguler: Periksa wadah tumbuh secara teratur untuk memastikan tidak ada tanda-tanda infeksi atau pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan. Perhatikan apakah ada bau yang tidak normal atau perubahan warna atau tekstur yang mencurigakan pada jamur atau media tanamnya.
  5. Perawatan Pasca-Panen: Setelah panen, lakukan perawatan pasca-panen untuk mempersiapkan wadah tumbuh jamur untuk siklus pertumbuhan berikutnya. Buang semua sisa-sisa jamur yang telah dipanen dengan hati-hati dan bersihkan wadah tumbuh dari kotoran atau serpihan lainnya. Pastikan untuk menjaga kebersihan ruang budidaya secara keseluruhan untuk mencegah infeksi atau kontaminasi yang dapat merusak pertumbuhan jamur di masa mendatang.

Panen dan Pemanenan

Panen merupakan salah satu tahap penting dalam budidaya jamur merang yang memerlukan perhatian khusus untuk memastikan hasil yang optimal. Berikut adalah tahapan lebih rinci mengenai proses panen dan pemanenan jamur merang:

1. Penentuan Waktu Panen

Panen jamur merang dilakukan ketika tunas-tunas jamur telah mencapai ukuran yang optimal dan masih berada dalam tahap bungkus. Biasanya, waktu panen jatuh pada sekitar 13 hingga 15 hari setelah penanaman. Pada tahap ini, tunas-tunas jamur masih dalam kondisi segar dan memiliki rasa yang paling lezat.

2. Teknik Panen

Panen jamur merang dilakukan dengan hati-hati menggunakan pisau tajam atau gunting kecil untuk memotong tangkai jamur dengan membiarkan sebagian tangkai masih melekat pada wadah tumbuh jamur. Pastikan untuk tidak merusak wadah atau menyentuh tunas-tunas jamur yang belum siap dipanen. Hindari juga membiarkan tunas jamur yang sudah matang di wadah tumbuh, karena hal ini dapat mengganggu pertumbuhan jamur yang baru.

3. Penanganan Pasca-Panen

Setelah dipanen, jamur merang harus segera dipindahkan ke tempat penyimpanan yang bersih dan kering untuk mencegah kerusakan dan kontaminasi. Hindari menumpuk jamur secara berlebihan atau meletakkannya di tempat yang terlalu lembap, karena hal ini dapat mempercepat pembusukan. Selain itu, pastikan untuk membersihkan wadah tumbuh jamur dari sisa-sisa jamur yang sudah dipanen dan siapkan wadah tumbuh untuk panen berikutnya.

4. Pengaturan Siklus Panen

Setelah panen pertama, wadah tumbuh biasanya masih dapat menghasilkan panen tambahan setelah beberapa hari. Penting untuk mengatur siklus panen dengan tepat untuk memaksimalkan hasil produksi. Biasanya, panen kedua dilakukan sekitar 5 hingga 10 hari setelah panen pertama, tergantung pada pertumbuhan jamur dan kondisi wadah tumbuh.

Artikel Menarik Lainnya: Cara Menanam Toge Menggunakan Kapas

Perawatan Pasca-Panen

Setelah panen, langkah penting berikutnya adalah merawat tempat tumbuh jamur untuk persiapan siklus pertumbuhan berikutnya. Berikut adalah beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam perawatan pasca-panen:

  1. Pembersihan Tempat Tumbuh Jamur: Pastikan untuk membersihkan wadah tempat tumbuh jamur dengan hati-hati. Buang semua sisa-sisa jamur yang telah dipanen secara teliti. Bersihkan wadah dari kotoran atau serpihan lainnya untuk mencegah pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan dan mengurangi risiko kontaminasi.
  2. Pemeriksaan Kesehatan Jamur: Periksa jamur yang tersisa di tempat tumbuh untuk memastikan tidak ada tanda-tanda infeksi atau pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan. Hati-hati perhatikan apakah ada bintik-bintik berwarna yang aneh atau bau yang tidak biasa yang dapat mengindikasikan masalah kesehatan jamur.
  3. Pemeliharaan Kebersihan Kumbung Jamur Merang: Selain membersihkan tempat tumbuh jamur, penting juga untuk memelihara kebersihan kumbung jamur merang secara umum. Pastikan ruangan tetap bersih dan steril untuk mencegah infeksi atau kontaminasi yang dapat merusak pertumbuhan jamur.

Kesimpulan

Budidaya jamur merang adalah kegiatan yang menarik dan dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi para petani. Dengan langkah-langkah yang tepat dan perawatan yang baik, siapa pun dapat melakukan budidaya jamur merang bahkan pemula sekalipun. 

Dengan memahami proses dan prinsip-prinsip dasar budidaya, diharapkan bahwa petani dapat meningkatkan produksi dan kualitas jamur mereka, serta meningkatkan penghasilan mereka secara keseluruhan. Demikianlah artikel tentang budidaya jamur merang media jerami ini, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa ciri-ciri bibit jamur yang berkualitas?

Bibit jamur yang berkualitas biasanya memiliki warna yang cerah dan homogen. Bibit harus bersih dari kontaminasi dan tidak ada tanda-tanda pertumbuhan jamur lain yang tidak diinginkan. Selain itu, bibit yang berkualitas akan menghasilkan miselium yang kuat dan subur.

Berapa lama masa panen jamur merang?

Masa panen biasanya dimulai sekitar 13 hingga 15 hari setelah penanaman. Panen pertama biasanya memberikan hasil yang signifikan, dan selanjutnya, panen bisa dilakukan secara berkala setiap beberapa hari.

Bagaimana cara membuat bibit jamur merang?

Bibit dapat dibuat dengan cara mengisolasi miselium jamur dari kultur jamur yang sehat. Miselium kemudian ditempatkan pada media yang sesuai dan dibiarkan berkembang hingga menjadi bibit yang siap digunakan.

Di mana habitat jamur merang?

Jamur merang memiliki habitat alami di daerah tropis dan subtropis, terutama di wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, dan Thailand. Mereka tumbuh dengan baik di lingkungan yang hangat dan lembap, seringkali ditemukan di bawah reruntuhan tanaman atau di lahan pertanian.

Apa saja tanda-tanda bahwa jamur merang tumbuh dengan baik?

Tanda-tanda bahwa jamur merang tumbuh dengan baik termasuk pertumbuhan miselium yang subur dan merata di seluruh media tanam, warna tubuh buah yang cerah dan konsisten, serta tidak adanya tanda-tanda infeksi atau pertumbuhan jamur yang tidak diinginkan. Selain itu, jamur yang tumbuh dengan baik biasanya memiliki aroma yang segar dan rasanya yang lezat saat dimasak.

Posting Komentar

Posting Komentar