NdmSCJofn5qcY44UfTlhclVnBp3RL3BTYoA8yFLJ
Bookmark

Cara Memupuk Tanaman Padi yang Benar: Panduan Langkah demi Langkah

Cara Memupuk Tanaman Padi yang Benar

Cara memupuk tanaman padi yang benar - Bagi petani pemula yang baru memulai usaha pertanian padi, pemeliharaan tanaman dengan pemupukan yang tepat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mencapai hasil panen yang optimal. Namun, pemupukan padi sawah tidaklah sesederhana memberikan pupuk tanpa memperhitungkan waktu, jenis, dosis, dan cara aplikasi yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas langkah-langkah pemupukan padi sawah dari awal hingga akhir, khususnya ditujukan untuk petani pemula.

Menentukan Waktu, Jenis, dan Dosis Pupuk

Sebelum melakukan pemupukan, petani perlu memahami secara mendalam mengenai waktu pemupukan padi yang tepat, jenis pupuk yang sesuai, dan dosis pupuk yang diperlukan. Pertama, waktu pemupukan harus dipilih dengan cermat, mengingat fase pertumbuhan tanaman yang berbeda membutuhkan pemupukan pada waktu yang berbeda pula. Misalnya, pemupukan dasar dilakukan saat tanaman padi mulai tumbuh daun baru, sementara pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman aktif membentuk anakan.

Kedua, pemilihan jenis pupuk juga memegang peranan penting. Pupuk yang tersedia beragam jenisnya, antara lain pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik biasanya berasal dari bahan-bahan alami seperti kompos atau pupuk kandang, sementara pupuk anorganik dapat berupa pupuk urea, NPK Phonska, atau SP-36. Pemilihan jenis pupuk harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

Ketiga, dosis pupuk yang diberikan juga harus tepat. Dosis pupuk padi bisa bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti jenis tanaman, kondisi tanah, dan rekomendasi ahli pertanian setempat. Pemberian dosis pupuk yang kurang tepat dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat, sementara dosis pupuk yang berlebihan dapat merusak struktur tanah dan menyebabkan pencemaran lingkungan.

Pola Pemupukan Berimbang vs. Pupuk Tunggal

Dalam memilih pola pemupukan, petani perlu mempertimbangkan antara pola pemupukan berimbang dan pupuk tunggal. Pola pemupukan berimbang melibatkan penggunaan campuran pupuk organik dan anorganik dalam proporsi tertentu. Campuran ini mencakup pupuk NPK Phonska, urea, dan pupuk organik, yang dikombinasikan untuk menyediakan nutrisi yang seimbang bagi tanaman.

Di sisi lain, pola pupuk tunggal melibatkan penggunaan hanya satu jenis pupuk dalam aplikasi pemupukan. Pupuk tunggal ini bisa berupa Urea, SP-36, atau KCL. Penggunaan pupuk tunggal biasanya lebih sederhana dalam aplikasinya, namun perlu diperhatikan bahwa penggunaan hanya satu jenis pupuk dapat menghasilkan nutrisi yang kurang seimbang bagi tanaman.

Pemilihan antara pola pemupukan berimbang dan pupuk tunggal harus disesuaikan dengan kondisi tanah, kebutuhan nutrisi tanaman, serta praktek pertanian lokal. Pada beberapa kasus, kombinasi dari kedua pola pemupukan ini juga dapat diterapkan untuk memaksimalkan hasil panen dan kesehatan tanaman.

Baca Juga: Cara Memilih Bibit Padi Berkualitas Tinggi

Langkah-langkah Pemupukan

Pemupukan Dasar

Pemupukan dasar dilakukan ketika tanaman padi mulai tumbuh daun baru, sekitar 5 sampai dengan 10 hari setelah tanam. Pada tahap ini, pemupukan dasar menjadi kunci utama untuk memberikan nutrisi awal yang diperlukan oleh tanaman. Pola pemupukan berimbang menggunakan campuran NPK Phonska dengan dosis 500 kg, urea 100 kg, dan pupuk organik 50 kg per hektar. 

Dosis pupuk padi baru tanam ini bertujuan untuk memberikan nutrisi lengkap yang diperlukan oleh tanaman pada fase awal pertumbuhannya. Sebaliknya, pada pola pupuk tunggal, hanya digunakan pupuk urea dengan dosis sebanyak 100 kg per hektar untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman.

Pemupukan Susulan Pertama

Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman aktif membentuk anakan, yaitu sekitar usia 17-22 hari setelah tanam. Pada tahap ini, tanaman membutuhkan tambahan nutrisi untuk memperkuat pertumbuhan anakan. Pada pola pemupukan berimbang, penggunaan pupuk NPK Phonska 100 kg dan urea 100 kg per hektar bertujuan untuk menjaga keseimbangan nutrisi tanaman. Sedangkan pada pola pupuk tunggal, hanya menggunakan pupuk urea sebanyak 100 kg per hektar untuk memperkuat pertumbuhan anakan.

Pemupukan Susulan Kedua atau Terakhir

Pemupukan periode ini dilakukan menjelang pembentukan primordia (tahap awal pembentukan bunga), ketika tanaman padi berusia sekitar 30-35 hari setelah tanam. Pada tahap ini, tanaman memasuki fase kritis dalam pembentukan bunga dan biji. Pada pola pemupukan berimbang, penggunaan pupuk NPK Phonska dengan dosis 100 kg dan urea 50 kg per hektar. 

Dosis pemupukan padi sawah pada tahap ini bertujuan untuk memberikan nutrisi penting bagi pembentukan bunga dan biji. Sedangkan pada pola pupuk tunggal, hanya menggunakan pupuk urea sebanyak 100 kg per hektar untuk mendukung pembentukan bunga dan biji tanaman dengan efektif.

Tips Pemupukan Padi Sawah yang Efektif

Untuk memastikan hasil panen yang maksimal, pemupukan padi sawah harus dilakukan dengan efektif. Dalam bagian ini, Penulis akan membahas beberapa tips penting yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemupukan, yaitu:

  1. Waktu Pemupukan Padi yang Tepat: Melakukan pemupukan pada waktu yang tepat sangatlah penting. Disarankan untuk melakukan pemupukan pada pagi hari antara pukul 8-11 atau pada sore hari antara pukul 15.00-17.45. Pada saat-saat tersebut, tanaman padi cenderung lebih aktif dalam menyerap nutrisi dari pupuk, sehingga efektivitas pemupukan akan lebih maksimal.
  2. Hindari Pemupukan Saat Cuaca Buruk: Pemupukan sebaiknya dihindari saat cuaca sedang buruk, seperti saat hujan atau cuaca mendung. Hal ini karena pada kondisi cuaca yang tidak bersahabat, pupuk cenderung akan terbawa air hujan atau tidak dapat meresap dengan baik ke dalam tanah. Dampaknya, efektivitas dan efisiensi pemupukan akan berkurang, dan pupuk dapat terbuang sia-sia.
  3. Monitor Pertumbuhan Tanaman: Selalu pantau pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi secara teratur. Dengan memperhatikan kondisi tanaman, petani dapat mengetahui apakah tanaman membutuhkan pemupukan tambahan atau penyesuaian dosis pupuk yang diberikan. Pengamatan ini juga membantu dalam mengidentifikasi masalah yang mungkin muncul pada tanaman, sehingga dapat segera diatasi.

Kesimpulan

Pemupukan padi merupakan langkah penting dalam memastikan pertumbuhan dan hasil panen yang optimal. Bagi petani pemula, pemahaman akan waktu, jenis, dan dosis pupuk sangatlah krusial. Dalam praktiknya, pola pemupukan berimbang dan pupuk tunggal memiliki peran masing-masing, yang harus disesuaikan dengan kondisi lokal dan kebutuhan tanaman. 

Dengan mengikuti langkah-langkah pemupukan yang tepat serta melakukan pengamatan secara cermat terhadap tanaman, diharapkan petani pemula dapat berhasil dalam usaha pertaniannya. Demikianlah artikel tentang cara memupuk tanaman padi yang benar ini, semoga bermanfaat dan selamat mencoba

Posting Komentar

Posting Komentar