NdmSCJofn5qcY44UfTlhclVnBp3RL3BTYoA8yFLJ
Bookmark

Jenis-jenis Pupuk untuk Tanaman Kakao Agar Berbuah Lebat

Jenis-jenis Pupuk untuk Tanaman Kakao

Pupuk kakao agar berbuah lebat - Menanam kakao merupakan kegiatan yang memerlukan perhatian khusus dalam memilih pupuk yang tepat. Salah satu pilihan terbaik untuk merawat kakao adalah dengan menggunakan pupuk NPK, yang mengandung unsur-unsur penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Tanaman kakao sangat membutuhkan nutrisi ini untuk pertumbuhannya.

Di Indonesia, petani kakao juga dapat mempertimbangkan penggunaan pupuk organik dan kimia lainnya untuk meningkatkan kualitas tanaman. Pupuk kandang yang sudah terurai dengan baik juga merupakan opsi yang baik untuk memberikan nutrisi tambahan bagi tanaman kakao. Selain itu, ada juga opsi seperti pupuk kalium sulfat, pupuk fosfat, pupuk kalsium nitrat, humat, dan lainnya yang dapat digunakan untuk merawat kakao.

Untuk itu penulis akan mengulas pupuk jenis apa saja yang cocok diberikan pada tanaman kakao baik itu tanaman baru tumbuh atau tanaman berbuah dan juga cara pemupukan tanaman kakao yang benar. Nah, Apa-apa sajakah itu? berikut ulasannya.

Pupuk Kakao Agar Berbuah Lebat

Berikut ini adalah beberapa varian pupuk yang sangat direkomendasikan untuk tanaman kakao:

Pupuk NPK

Pupuk NPK memberikan keseimbangan yang diperlukan dari nitrogen, fosfor, dan kalium untuk tanaman, dengan beberapa formula juga menyertakan boron dan magnesium. Pupuk NPK dapat diterapkan pada berbagai tahapan pertumbuhan tanaman kakao, mulai dari tahap penanaman hingga tahap vegetatif, berbunga, dan berbuah.

Peran masing-masing unsur dalam pupuk NPK adalah sebagai berikut: Nitrogen memberikan dampak positif pada perkembangan daun dan dedaunan tanaman kakao, yang secara langsung mempengaruhi proses fotosintesis. Fosfor berperan dalam meningkatkan pertumbuhan akar pohon kakao serta memberikan efek positif pada proses pembungaan. Sementara kalium mendukung tahap pembungaan dan pembuahan tanaman kakao, juga membuat tanaman lebih toleran terhadap stres lingkungan.

Pupuk Nitrogen

Beberapa petani juga menganggap pupuk nitrogen seperti urea sebagai salah satu pilihan terbaik untuk merawat tanaman kakao. Urea bisa digunakan untuk mengatasi kekurangan nitrogen yang kronis pada tanaman kakao. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan pupuk nitrogen perlu dilakukan dengan hati-hati, karena penggunaan yang tidak tepat dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman kakao.

Pupuk Fosfor

Pupuk fosfor adalah salah satu jenis pupuk yang sering digunakan pada tahap aplikasi basal dalam budidaya kakao. Pupuk ini memegang peranan penting dalam menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan awal dan perkembangan akar tanaman. Dua jenis pupuk fosfor yang sering digunakan dalam pertanian kakao adalah pupuk superfosfat tunggal (SSP) dan pupuk diamonium fosfat (DAP).

Pupuk superfosfat tunggal (SSP) dan pupuk diamonium fosfat (DAP) memiliki keunggulan masing-masing dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman kakao. SSP dikenal karena kandungan fosfor yang tinggi, yang sangat bermanfaat bagi perkembangan sistem akar tanaman. Sementara itu, DAP merupakan sumber fosfor yang cepat larut dalam air, sehingga dapat dengan cepat diserap oleh tanaman kakao dan mempercepat pertumbuhan akarnya.

Pupuk Khusus

Pupuk khusus seperti nitrat kalsium, nitrat kalium, fosfat monoamonium, dan fosfat monopotassium mendukung pertanian kakao di Indonesia dengan memberikan nutrisi penting seperti nitrogen, kalsium, dan fosfat. Penggunaannya mempercepat pemulihan tanaman, meningkatkan kualitas buah kakao, dan mengoptimalkan produksi serta pendapatan petani. Ini merupakan strategi penting untuk meningkatkan hasil pertanian kakao dan memastikan kesejahteraan petani di berbagai daerah.

Kelat

Kelat adalah senyawa kimia yang digunakan untuk menyediakan mikronutrien kepada tanaman. Mikronutrien ini mencakup boron, molibdenum, silika, mangan, besi, tembaga, seng, dan lain-lain. Meskipun tanaman membutuhkan mikronutrien ini dalam jumlah kecil, kekurangan salah satunya dapat menyebabkan penurunan hasil yang signifikan pada tanaman kakao. Oleh karena itu, penting untuk memastikan tanaman menerima pasokan mikronutrien yang cukup melalui penggunaan kelat, sehingga pertumbuhan dan produktivitas tanaman kakao tetap optimal.

Rekomendasi Pupuk untuk Kakao

Usia Pohon Pupuk Kandang
(Kg/ batang)
Urea
(Gram/ batang)
Super Fosfat/ SP-TSP
(Gram/ batang)
Muriat Kalium/ Kcl
(Gram/ batang)
1 Tahun 10 140 230 90
2 Tahun 20 280 460 180
3 Tahun 30 430 720 270
4 Tahun 40 550 950 350
5 Tahun dst 50 1100 1190 460

Tabel di atas menunjukkan rekomendasi pupuk untuk kakao selama lima tahun pertama penanaman. Harap dicatat bahwa rekomendasi pupuk tersebut adalah per pohon kakao. Harap dicatat bahwa tes tanah harus dilakukan sebelum aplikasi pupuk apa pun.

  1. Dengan asumsi hasil biji kakao sebesar 4 - 11 KG per pohon kakao, pada tahun pertama, 10 kg pupuk kandang, 140 gram urea, 230 gram pupuk superfosfat, dan 90 gram pupuk muriat kalium harus diberikan kepada setiap pohon.
  2. Pada tahun kedua, 20 kg pupuk kandang, 280 gram urea, 460 gram pupuk superfosfat, dan 180 gram pupuk muriat kalium harus diberikan kepada setiap pohon.
  3. Pada tahun ketiga, 30 kg pupuk kandang, 430 gram urea, 720 gram pupuk superfosfat, dan 270 gram pupuk muriat kalium harus diberikan kepada setiap pohon.
  4. Pada tahun keempat, 40 kg pupuk kandang, 550 gram urea, 950 gram pupuk superfosfat, dan 350 gram pupuk muriat kalium harus diberikan kepada setiap pohon.
  5. Pada tahun kelima, 50 kg pupuk kandang, 1100 gram urea, 1190 gram pupuk superfosfat, dan 460 gram pupuk muriat kalium harus diberikan kepada setiap pohon.

Cara Pemupukan Tanaman Kakao yang Benar

Setelah menentukan jenis pupuk apa yang akan diberikan kepada tanaman kakao yang sedang kamu budidayakan, maka untuk mengaplikasikan pupuk tersebut ke lahan, bisa kamu lakukan seperti berikut ini:

Menentukan Lokasi Aplikasi Pupuk

Tentukan lokasi optimal untuk aplikasi pupuk di sekitar pohon kakao dengan mengambil langkah-langkah yang terencana dan efektif. Ini dapat dilakukan dengan membuat lingkaran yang memiliki radius 2 meter dari pangkal batang pohon sebagai panduan. Dengan demikian, tidak hanya akan memudahkan penentuan titik-titik aplikasi pupuk secara merata, tetapi juga membantu dalam distribusi nutrisi secara optimal ke seluruh akar dan bagian bawah pohon kakao.

Persiapan Area Aplikasi

Sebelum melakukan aplikasi pupuk di area yang telah ditentukan, penting untuk memeriksa dan membersihkan area tersebut dari gulma yang tumbuh. Cabut gulma-gulma tersebut dengan hati-hati untuk memastikan area aplikasi pupuk bersih dan bebas dari gangguan gulma. Tindakan ini memungkinkan tanaman kakao untuk menyerap pupuk dengan baik, tanpa persaingan nutrisi dengan gulma.

Penyediaan Lubang Dangkal

Sebelum melakukan aplikasi pupuk di sekitar pohon kakao, langkah penting yang perlu dilakukan adalah menggali lubang dangkal di sekitar pangkal batang pohon. Lubang tersebut harus cukup dalam untuk menampung pupuk, namun tidak boleh terlalu dalam sehingga memengaruhi akar pohon kakao. Setelah lubang digali, pupuk kemudian ditempatkan di dalamnya. Penting untuk memastikan bahwa pupuk merata di sekitar pangkal batang pohon.

Aplikasi Pupuk

Setelah proses pembersihan area dari gulma dan menyiapkan lubang, saatnya untuk aplikasikan pupuk di sekitar pohon kakao sesuai dengan dosis yang direkomendasikan. Pastikan untuk menyebarkan pupuk secara merata di sekitar lingkaran yang telah ditentukan sebelumnya dengan radius 1,5-2 meter dari pangkal batang tanaman kakao. Memastikan aplikasi pupuk merata dengan jarak tanam kakao yang tepat sangatlah penting untuk memastikan setiap bagian tanaman menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal

Penutupan Lubang

Setelah menaburkan pupuk dengan jarak tanam kakao yang benar, pastikan untuk menutup lubang atau parit yang telah digali dengan tanah. Hal ini bertujuan untuk mencegah kebocoran pupuk dan memastikan pupuk tetap berada di tempatnya. Dengan menutup lubang atau parit secara rapi, Kamu juga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya pencucian pupuk oleh air hujan atau irigasi, sehingga nutrisi dapat diserap tanaman secara maksimal. 

Kesimpulan

Pemberian pupuk kakao agar berbuah lebat sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil panen. Pupuk NPK dan organik merupakan pilihan terbaik, dengan dosis yang sesuai dengan rekomendasi untuk setiap tahap pertumbuhan tanaman. Metode aplikasi yang benar juga perlu diperhatikan untuk memastikan nutrisi terserap secara optimal oleh tanaman. 

Dengan perawatan yang baik, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman kakao mereka, serta meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Demikianlah artikel tentang jenis-jenis pupuk untuk tanaman kakao ini, semoga bermanfaat.

Posting Komentar

Posting Komentar