NdmSCJofn5qcY44UfTlhclVnBp3RL3BTYoA8yFLJ
Bookmark

Cara Menanam Kangkung Hidroponik: Panduan Untuk Pemula

Cara Menanam Kangkung Hidroponik di Pot

Cara Menanam Kangkung Hidroponik - Kangkung adalah satu varian sayuran yang sangat bergizi dan menyediakan sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Terdapat berbagai nutrisi penting dalam kangkung, seperti Vitamin A, Vitamin C, karbohidrat, protein, fosfor, serat, kalsium, dan zat besi, yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan. 

Keuntungan lain dari kangkung adalah potensinya sebagai sumber penghasilan ekonomi, karena permintaan pasar yang tinggi. Selain itu, budidaya kangkung juga didukung oleh iklim di Indonesia yang memungkinkan proses pembudidayaannya. Namun, bagaimana jika Kamu merupakan pemula dalam budidaya kangkung dan tidak memiliki lahan yang luas? Tenang saja, ada solusinya. Solusi yang Penulis maksudkan adalah dengan menggunakan metode hidroponik.

Budidaya kangkung secara hidroponik relatif mudah dan dapat dilakukan oleh pemula. Kamu tidak memerlukan peralatan canggih dalam hal ini, cukup dengan menggunakan alat dan bahan sederhana yang dapat diperoleh di rumah atau toko pertanian. Selain itu, budidaya kangkung dengan metode hidroponik memiliki beberapa keuntungan, seperti tidak memerlukan lahan yang luas dan panen yang relatif cepat. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang cara budidaya kangkung secara hidroponik, berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Persiapan Awal

Jika Kamu ingin memulai budidaya kangkung dengan metode hidroponik, tahapan awal dalam penanaman hidropnik adalah dengan menyiapkan alat dan bahan berikut ini:

  1. Biji kangkung sesuai dengan kebutuhan. Kamu dapat membeli biji kangkung di toko pertanian.
  2. Dua buah baskom atau pot. Pilih satu pot yang pendek dan satu pot dengan ketinggian yang lebih tinggi.
  3. Media tanam yang digunakan adalah sekam. Alternatif lain adalah pasir, tetapi perlu dicuci terlebih dahulu seperti mencuci beras. Selain itu, Kamu juga perlu styrofoam atau gabus yang sesuai dengan ukuran pot dan bak.
  4. Air sumur digunakan sebagai air untuk budidaya kangkung hidroponik. Hindari menggunakan air PAM karena mengandung klorin yang dapat meracuni kangkung.
  5. Pupuk merupakan kebutuhan penting untuk perkembangan kangkung. Pupuk NPK, gandasil daun, dan pupuk cair Greentonik dapat dibeli di toko pertanian tanpa perlu membuat pupuk sendiri.
  6. Beberapa alat lain yang diperlukan termasuk pinset untuk mengambil bibit kangkung, pipet untuk melubangi styrofoam, dan pisau untuk memotong styrofoam atau gabus sesuai dengan bentuk pot.

Proses Penyemaian Bibit Kangkung

Setelah menyiapkan bahan serta media tanam di atas, Kamu siap memulai proses budidaya kangkung secara hidroponik. Tahap pertama adalah pembentukan bibit kangkung. Ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Persiapkan pot atau baskom dengan ketinggian yang rendah.
  2. Isi pot dengan media tanam seperti sekam yang telah dibasahi atau pasir yang sudah dicuci. Pastikan tidak mengisi media tanam hingga ke permukaan pot.
  3. Buat lah petak-petak lingkaran dengan diameter sekitar 1 cm pada media tanam yang ada di wadah. Pastikan jarak antara petak-petak tersebut sekitar 2 cm.
  4. Tempatkan biji kangkung pada setiap petak lingkaran yang telah dibuat. Pastikan biji kangkung tidak menumpuk dalam satu petak agar pertumbuhannya maksimal.
  5. Tutup biji kangkung dengan media tanam lagi, sehingga biji benar-benar tertutup oleh media tanam dan tidak terlihat dari permukaan pot.
  6. Biarkan selama kurang lebih 3 hari. Setelah itu, tempatkan pot di tempat yang terkena sinar matahari langsung agar media tanam dan biji terpapar sinar matahari. Biasanya dalam 5 hari, tanaman kangkung akan muncul dan dapat digunakan sebagai bibit.

Penanaman Kangkung Hidroponik

Setelah melalui langkah-langkah sebelumnya, Kamu akan berhasil mendapatkan bibit kangkung. Dengan bibit yang telah dimiliki, Kamu sudah dapat memulai proses penanaman kangkung secara hidroponik. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diikuti:

  1. Persiapkan pot atau baskom yang memiliki tinggi yang mencukupi. Penulis menyarankan tingginya lebih kurang 10-15 cm.
  2. Setelah itu, isi pot atau baskom dengan air, tetapi pastikan tidak terlalu penuh.
  3. Selanjutnya, gunakan styrofoam atau gabus yang telah disiapkan. Potonglah styrofoam tersebut dengan pisau atau cutter sesuai dengan bentuk pot atau baskom yang akan Kamu gunakan. Setelah itu, lubangi styrofoam dengan menggunakan pipet atau alat lainnya.
  4. Letakkan styrofoam di atas air dalam pot atau baskom. Lambat laun, air akan meresap ke dalam styrofoam.
  5. Gunakan pinset untuk mengambil bibit kangkung yang telah disiapkan sebelumnya. Masukkan bibit kangkung ke dalam lubang-lubang yang telah Kamu buat pada styrofoam di dalam pot.

Perawatan Kangkung Hidroponik

Setelah menanam kangkung dengan metode hidroponik, perawatan dan pemupukan menjadi penting untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan panen yang cepat. Merawat dan memberi pupuk pada kangkung hidroponik tidaklah sulit dan terdiri dari dua faktor utama: perawatan dan pemupukan. Berikut penjelasannya:

Perawatan

Proses perawatan kangkung hidroponik sangatlah sederhana dan tidak membutuhkan banyak usaha. Untuk pertumbuhan yang optimal, pastikan wadah tanaman ditempatkan di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung. 

Kangkung membutuhkan paparan sinar matahari setidaknya 4-5 jam setiap harinya. Selain itu, Kamu pantau terus ketersediaan air didalam wadah, jika Kamu melihat bahwa tingkat air dalam wadah tanaman mulai berkurang, tambahkan air kembali untuk memastikan pertumbuhan kangkung tidak terhambat.  

Pemupukan

Pemupukan kangkung hidroponik umumnya menggunakan pupuk NPK mutiara 16:16:16, Gandasil D, dan pupuk cair, kamu dapat membelinya di toko pertanian terdekat. Pemberian pupuk ini dilakukan secara bertahap. Misalnya, sekitar 5 hari setelah tanam (HST), Kamu dapat melarutkan 1 sendok makan pupuk NPK dalam air di wadah tanaman (Pot). Setelah berlalu 10 hari, Kamu dapat menambahkan 1 sendok teh pupuk Gandasil D dan pupuk cair ke dalam air di wadah tanaman.

Masa Panen Kangkung Hidroponik                  

Umumnya, kangkung dapat dipanen sekitar 1-2 bulan setelah penanaman, tergantung pada perawatan dan pemupukan yang diberikan. Semakin baik perawatan yang dilakukan, kangkung akan lebih cepat siap dipanen. Bahkan, dalam waktu sekitar 1 bulan setelah panen pertama, Kamu sudah dapat memetik hasil yang baru. Untuk memanen kangkung, cukup potong batangnya sekitar 10 cm dari bagian bawah. Hal ini akan memungkinkan kangkung tumbuh dan dapat dipanen kembali.

Dengan demikian, beberapa cara untuk membudidayakan kangkung dengan menggunakan media hidroponik telah dijelaskan. Semoga informasi ini bermanfaat dan Kamu dapat dengan mudah menerapkan budidaya kangkung hidroponik. Selamat mencoba dan semoga sukses dalam budidaya kangkung hidroponik ini. 

Posting Komentar

Posting Komentar