Cara Memberi Pupuk Tanaman Buncis yang Baik dan Benar
Cara memberi pupuk tanaman buncis yang baik dan benar sering menjadi pembeda antara tanaman yang sekadar hidup dan tanaman yang benar-benar produktif.
Banyak petani membudidayakan buncis dengan benih unggul, tetapi hasilnya tidak optimal karena pemupukan dilakukan asal-asalan atau tidak sesuai fase pertumbuhan.
Buncis (Phaseolus vulgaris) adalah tanaman sayuran semusim yang responsif terhadap nutrisi. Artinya, keputusan pemupukan di fase awal akan sangat menentukan kekuatan vegetatif, pembungaan, hingga jumlah polong yang dipanen.
Mengenal Kebutuhan Nutrisi Tanaman Buncis
Buncis termasuk tanaman legum yang mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen (N) dari udara.
Namun, kemampuan ini baru bekerja optimal setelah bintil akar terbentuk sempurna, sehingga pada fase awal pertumbuhan tanaman buncis tetap sangat bergantung pada ketersediaan unsur hara dari tanah dan pupuk.
Secara fisiologis, kebutuhan nutrisi buncis pada fase awal dapat dikelompokkan menjadi tiga unsur hara makro utama:
- Nitrogen (N) berperan dalam pembentukan daun dan batang sebagai sumber fotosintesis
- Fosfor (P) berfungsi penting dalam perkembangan sistem perakaran dan energi pertumbuhan
- Kalium (K) memperkuat jaringan tanaman dan mendukung ketahanan terhadap stres lingkungan
Selain unsur makro, buncis juga memerlukan unsur mikro seperti kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan boron (B). Unsur-unsur ini berperan menjaga kestabilan pertumbuhan, mencegah kerontokan bunga, serta mengurangi risiko polong cacat pada fase selanjutnya.
Mengapa Pemupukan Awal Sangat Menentukan?
Pemupukan awal buncis umumnya dilakukan pada umur 10–15 hari setelah tanam (HST), saat akar mulai aktif berkembang dan kemampuan serapan nutrisi meningkat pesat.
Pada fase ini, tanaman membutuhkan pasokan energi dan unsur hara yang cukup untuk membangun fondasi pertumbuhan.
Kekurangan nutrisi pada fase awal sering menimbulkan dampak berantai, seperti:
- Pertumbuhan tanaman kerdil dan tidak seragam
- Daun berwarna pucat hingga kekuningan
- Sistem perakaran lemah dan dangkal
- Pembungaan terlambat serta potensi hasil menurun
Kesalahan yang sering terjadi di lapangan adalah menunda pemupukan dengan alasan tanaman masih kecil. Padahal, justru pada fase awal inilah struktur akar, batang, dan daun sedang dibentuk sebagai penentu produktivitas ke depan.
Jenis Pupuk yang Direkomendasikan untuk Buncis
1. Pupuk NPK 16-16-16
Pupuk NPK 16-16-16 merupakan pupuk majemuk dengan komposisi nitrogen, fosfor, dan kalium yang seimbang.
Jenis pupuk ini sangat sesuai untuk fase vegetatif awal karena mampu mendukung pertumbuhan tanaman secara proporsional.
Keunggulan NPK 16-16-16 antara lain:
- Mudah diperoleh di pasaran
- Kandungan hara makro lengkap dan seimbang
- Fleksibel digunakan pada berbagai tipe tanah
2. Pupuk Fosfat Tinggi (Ultra DAP)
Pada fase awal pertumbuhan, fosfor memegang peran dominan dalam pembentukan dan penguatan sistem perakaran.
Oleh sebab itu, penambahan pupuk fosfat tinggi seperti Ultra DAP sangat dianjurkan sebagai pendamping NPK.
Manfaat utama fosfor bagi tanaman buncis meliputi:
- Mempercepat pertumbuhan dan percabangan akar
- Meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara lain
- Membantu tanaman lebih siap memasuki fase berbunga
Kombinasi NPK seimbang dan pupuk fosfat tinggi terbukti efektif di lapangan karena mampu memenuhi kebutuhan nutrisi buncis secara lebih lengkap pada fase awal pertumbuhan.
Dosis dan Takaran Pupuk yang Aman
Berdasarkan praktik lapangan yang umum dilakukan petani sayuran, dosis pemupukan awal buncis dapat dirumuskan sebagai berikut:
- NPK 16-16-16: ± 1 gelas air mineral (±100 gram)
- Ultra DAP: 2 sendok makan
- Air: 20 liter (1 jerigen)
Larutan ini digunakan untuk pemupukan dengan cara dikocor ke pangkal tanaman.
Penting untuk dipahami bahwa pemupukan bukan soal “semakin banyak semakin bagus”. Dosis berlebih justru berisiko menyebabkan akar terbakar dan tanaman stres.
Cara Melarutkan Pupuk agar Efektif
Pupuk majemuk seperti NPK cenderung sulit larut jika langsung dimasukkan ke dalam air dalam jumlah besar. Oleh karena itu, teknik perendaman awal sangat dianjurkan.
Langkah-langkahnya:
- Masukkan NPK dan Ultra DAP ke dalam gelas atau wadah kecil
- Tambahkan air secukupnya
- Aduk hingga pupuk mulai larut
- Tuangkan ke dalam jerigen 20 liter
- Kocok atau aduk hingga tercampur merata
Teknik ini membuat larutan pupuk lebih homogen dan mempercepat proses pemupukan di lapangan.
Teknik Pengaplikasian Pupuk
Pemupukan awal buncis sebaiknya dilakukan dengan cara dikocor langsung ke tanah di sekitar perakaran, bukan disemprot ke daun.
Alasannya:
- Nutrisi langsung tersedia di zona akar
- Mengurangi risiko daun terbakar
- Efisiensi pupuk lebih tinggi
Takaran kocoran cukup sekitar 80–120 ml per tanaman, tergantung ukuran dan kondisi tanah. Tanah sebaiknya dalam kondisi lembap, tidak terlalu kering dan tidak becek.
Waktu Terbaik Melakukan Pemupukan
Waktu aplikasi pupuk sangat berpengaruh terhadap efektivitas penyerapan nutrisi. Pemupukan sebaiknya dilakukan pada:
- Pagi hari sebelum pukul 09.00, atau
- Sore hari setelah pukul 16.00
Pada rentang waktu tersebut, suhu relatif lebih rendah, penguapan minimal, dan aktivitas akar berada pada kondisi optimal. Hindari pemupukan pada siang hari karena dapat meningkatkan penguapan dan memicu stres pada tanaman.
Hubungan Pemupukan dengan Kesehatan Tanaman
Pemupukan yang tepat dan seimbang sejak fase awal berpengaruh langsung terhadap kesehatan tanaman buncis sepanjang siklus hidupnya.
Tanaman yang memperoleh nutrisi cukup umumnya menunjukkan karakter pertumbuhan yang lebih stabil, seperti:
- Batang tumbuh kokoh dan tidak mudah rebah
- Daun berwarna hijau segar dengan luas permukaan optimal
- Pertumbuhan seragam antar tanaman
Kondisi tersebut membuat tanaman buncis lebih toleran terhadap tekanan lingkungan dan relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit.
Sebaliknya, tanaman yang kekurangan unsur hara terutama nitrogen, fosfor, dan kalium cenderung memiliki jaringan lemah sehingga lebih rentan terserang penyakit jamur dan bakteri, terutama pada musim hujan dengan tingkat kelembapan tinggi.
Kesalahan Umum dalam Pemupukan Buncis
Di lapangan, kegagalan pemupukan buncis sering bukan disebabkan oleh jenis pupuk yang digunakan, melainkan oleh kesalahan teknis dalam aplikasi.
Beberapa kesalahan yang paling sering dijumpai antara lain:
- Memberikan larutan pupuk terlalu pekat sehingga memicu stres akar
- Melakukan pemupukan saat kondisi tanah terlalu kering
- Tidak menyesuaikan dosis pupuk dengan umur dan fase pertumbuhan tanaman
- Mengabaikan peran fosfor pada fase awal pertumbuhan
Kesalahan-kesalahan tersebut umumnya tidak langsung menimbulkan gejala, tetapi dampaknya baru terlihat ketika tanaman memasuki fase generatif, seperti bunga mudah rontok, pembentukan polong tidak seragam, atau hasil panen menurun.
Integrasi Pemupukan dengan Praktik Budidaya Lain
Pemupukan bukanlah tindakan tunggal yang berdiri sendiri. Efektivitas pupuk sangat dipengaruhi oleh praktik budidaya lain yang diterapkan di lapangan. Untuk memperoleh hasil optimal, pemupukan perlu diintegrasikan dengan:
- Pengaturan jarak tanam yang sesuai agar kompetisi nutrisi dapat dikendalikan
- Pengairan teratur untuk menjaga kelembapan tanah dan membantu penyerapan hara
- Sanitasi lahan guna menekan sumber penyakit
- Penerapan pengendalian hama terpadu (PHT)
Dengan pendekatan budidaya terpadu, nutrisi yang diberikan melalui pupuk benar-benar dimanfaatkan tanaman untuk pertumbuhan dan produksi, bukan terbuang melalui pencucian atau terhambat akibat kondisi lingkungan yang tidak mendukung.
Kesimpulan
Cara memberi pupuk tanaman buncis yang baik dan benar tidak cukup hanya mengikuti takaran, tetapi harus didasarkan pada pemahaman kebutuhan nutrisi tanaman di setiap fase pertumbuhan.
Pemupukan awal pada umur sekitar 15 hari setelah tanam (HST) dengan kombinasi NPK seimbang dan fosfat tinggi terbukti efektif dalam membangun sistem perakaran yang kuat dan pertumbuhan vegetatif yang stabil.
Fondasi nutrisi yang tepat sejak awal akan membuat tanaman lebih efisien menyerap pupuk susulan, lebih tahan terhadap stres, serta memiliki potensi hasil yang lebih konsisten hingga panen.
Oleh karena itu, disiplin pemupukan sejak fase awal bukan sekadar anjuran, melainkan strategi kunci menuju produksi buncis yang optimal dan berkelanjutan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah pemupukan wajib dilakukan pada umur 15 HST?
Sangat dianjurkan, karena pada fase ini sistem perakaran mulai aktif dan kemampuan tanaman menyerap nutrisi meningkat secara signifikan.
Bolehkah hanya menggunakan NPK tanpa tambahan fosfat?
Boleh, namun penambahan fosfat akan memberikan dukungan yang lebih optimal untuk pembentukan dan penguatan akar pada fase awal.
Apakah pupuk kocor bisa diganti dengan metode tabur?
Bisa, tetapi metode kocor lebih aman dan merata, terutama untuk tanaman muda, karena risiko kelebihan dosis lebih kecil.
Berapa kali pemupukan dilakukan sampai panen?
Umumnya dilakukan 3–4 kali, disesuaikan dengan fase vegetatif, pembungaan, dan pembentukan polong.
Apakah pemupukan berlebihan dapat mempercepat panen?
Tidak. Pemupukan berlebihan justru dapat merusak akar, mengganggu keseimbangan nutrisi, dan menurunkan produktivitas tanaman.
%20(2).webp)
Posting Komentar