Teknik Pruning Buncis agar Berbuah Lebat dan Minim Serangan Hama

Table of Contents
Pruning atau perempelan daun bawah tanaman buncis umur 21 hari untuk mengurangi kelembapan dan mencegah penyakit

Teknik pruning tanaman buncis sering dianggap tidak penting karena buncis dikenal sebagai tanaman yang “mudah tumbuh”. Padahal, pada kondisi pertumbuhan vegetatif yang terlalu subur, justru tanaman buncis rentan mengalami serangan penyakit dan penurunan produktivitas.

Pruning atau perempelan daun merupakan strategi budidaya buncis yang bertujuan mengendalikan mikroklimat tanaman, meningkatkan efisiensi perawatan, dan mengarahkan energi pertumbuhan agar lebih fokus pada pembentukan bunga dan polong.

Mengenal Pruning dalam Budidaya Tanaman Sayuran

Pruning adalah tindakan menghilangkan bagian tanaman tertentu, biasanya daun tua atau cabang tidak produktif untuk memperbaiki keseimbangan pertumbuhan. Dalam konteks tanaman sayuran, pruning bukan sekadar estetika, tetapi bagian dari manajemen fisiologi tanaman.

Pada tanaman buncis (Phaseolus vulgaris), pruning difokuskan pada:

  1. Daun bagian bawah
  2. Daun tua yang menutup permukaan tanah
  3. Bagian yang menghambat sirkulasi udara

Berbeda dengan tanaman buah tahunan, pruning buncis tidak menyasar tunas produktif, melainkan bertujuan memperbaiki lingkungan tumbuh tanaman.

Karakter Pertumbuhan Buncis dan Hubungannya dengan Pruning

Buncis termasuk tanaman dari famili Fabaceae yang memiliki pertumbuhan vegetatif cepat, terutama pada fase awal. Pada umur 2–3 minggu setelah tanam, tanaman buncis umumnya mengalami lonjakan pertumbuhan daun yang signifikan.

Ciri pertumbuhan vegetatif berlebih pada buncis:

  1. Daun menutup rapat permukaan tanah
  2. Pangkal batang berada dalam kondisi lembap
  3. Sirkulasi udara sangat terbatas
  4. Penyemprotan dan pemupukan menjadi sulit

Menurut prinsip agronomi yang digunakan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), kondisi mikroklimat seperti ini meningkatkan risiko penyakit tular tanah dan jamur, terutama pada lahan dengan jarak tanam rapat.

Mengapa Pruning Buncis Penting Dilakukan?

Pruning pada tanaman buncis bukan tindakan opsional ketika tanaman tumbuh terlalu rimbun. Ia menjadi intervensi teknis untuk mengoreksi ketidakseimbangan pertumbuhan.

Manfaat utama pruning buncis meliputi:

  1. Mengurangi kelembapan berlebih di sekitar pangkal tanaman
  2. Menekan risiko penyakit jamur, seperti busuk batang dan bercak daun
  3. Memperbaiki sirkulasi udara antar tanaman
  4. Mempermudah penyemprotan pestisida, terutama ke daun bagian bawah
  5. Memudahkan pemupukan, karena permukaan tanah terlihat jelas

FAO dalam beberapa publikasi hortikultura menegaskan bahwa pengelolaan kanopi tanaman yang baik berkontribusi langsung pada efisiensi perlindungan tanaman dan hasil panen.

Waktu Ideal Melakukan Pruning Buncis

Waktu pruning sangat menentukan efektivitas tindakan ini. Pruning yang dilakukan terlalu dini atau terlalu lambat dapat menimbulkan efek sebaliknya.

Umur Tanaman yang Direkomendasikan

Pruning buncis ideal dilakukan saat tanaman:

  1. Berumur ±21 hari setelah tanam (HST)
  2. Memasuki akhir fase vegetatif awal
  3. Memiliki daun bawah yang rimbun dan menutup tanah

Pada fase ini, tanaman sudah cukup kuat menghadapi perlakuan fisik ringan tanpa mengalami stres berlebihan.

Kondisi Tanaman yang Membutuhkan Pruning

Tidak semua tanaman buncis memerlukan pruning dengan intensitas yang sama. Pruning sangat dianjurkan jika ditemukan kondisi berikut:

  1. Tanaman tumbuh sangat subur
  2. Daun bawah menutup rapat permukaan tanah
  3. Jarak tanam relatif rapat (±15–20 cm)
  4. Lingkungan lembap atau sering hujan

Pada pola tanam rapat, pruning berfungsi sebagai alat penyeimbang, bukan sekadar pemangkasan daun.

Teknik Pruning Buncis yang Benar dan Aman

Pruning buncis tergolong mudah karena struktur daunnya lunak dan tidak berkayu. Teknik yang tepat justru menentukan apakah pruning berdampak positif atau merugikan.

Bagian Tanaman yang Dipangkas

Pruning difokuskan pada:

  1. Daun bagian bawah tanaman
  2. Daun tua yang bersentuhan langsung dengan tanah

Tinggi perempelan yang dianjurkan:

  1. Sekitar satu jengkal (±20 cm) dari permukaan tanah
  2. Setara dengan 4–5 helai daun terbawah

Bagian yang Tidak Boleh Dipangkas

  1. Tunas utama
  2. Pucuk pertumbuhan
  3. Cabang produktif

Pemangkasan tunas dapat menghambat pembentukan bunga dan menurunkan potensi hasil.

Alat Pruning yang Perlu Dipersiapkan

Pruning buncis tidak memerlukan alat khusus. Dalam praktik lapangan, perempelan dapat dilakukan langsung menggunakan tangan.

Keunggulan perempelan manual:

  1. Lebih cepat dan fleksibel
  2. Risiko luka berlebihan lebih kecil
  3. Tidak memerlukan alat tajam

Namun, pada skala luas, gunting tanaman tetap bisa digunakan asalkan bersih dan tajam untuk menghindari infeksi.

Dampak Pruning terhadap Mikroklimat Tanaman

Setelah pruning dilakukan, perubahan mikroklimat dapat langsung dirasakan:

  1. Area pangkal tanaman menjadi lebih terang
  2. Sirkulasi udara meningkat
  3. Kelembapan tanah lebih terkendali

Tanaman yang telah dipangkas menunjukkan kondisi lingkungan yang jauh lebih sehat dibandingkan tanaman yang dibiarkan rimbun di bagian bawah.

Hubungan Pruning dengan Pengendalian Hama dan Penyakit

Pruning memiliki peran tidak langsung dalam strategi pengendalian hama terpadu (PHT).

Dampak positif pruning terhadap pengendalian penyakit:

  1. Mengurangi habitat jamur patogen
  2. Menurunkan kelembapan mikro yang disukai penyakit
  3. Meningkatkan efektivitas fungisida dan insektisida

Dengan kanopi terbuka, larutan semprot dapat menjangkau daun bawah secara optimal, sehingga perlindungan tanaman menjadi lebih merata.

Pruning dan Efisiensi Pemupukan

Tanaman yang terlalu rimbun di bagian bawah menyulitkan aplikasi pupuk, terutama pupuk tabur atau kocor. Setelah pruning:

  1. Permukaan tanah terlihat jelas
  2. Aplikasi pupuk lebih tepat sasaran
  3. Risiko pupuk terbuang berkurang

Ini berdampak langsung pada efisiensi biaya pemupukan, terutama pada budidaya skala menengah dan besar.

Kesalahan Umum dalam Pruning Buncis

Beberapa kesalahan yang sering terjadi di lapangan antara lain:

  1. Memangkas terlalu banyak daun sekaligus
  2. Salah sasaran dengan memangkas tunas
  3. Pruning dilakukan saat tanaman stres
  4. Tidak segera melakukan perawatan lanjutan

Pruning seharusnya menjadi bagian dari rangkaian perawatan, bukan tindakan tunggal tanpa tindak lanjut.

Tindak Lanjut Setelah Pruning

Setelah pruning selesai, tanaman berada pada fase transisi menuju pembungaan. Pada tahap ini, perawatan lanjutan sangat menentukan.

Langkah yang dianjurkan:

  1. Pemupukan susulan sesuai fase pertumbuhan
  2. Penyemprotan protektif jika diperlukan
  3. Monitoring respon tanaman selama 3–5 hari

Tanaman yang merespon baik pruning biasanya menunjukkan pertumbuhan lebih seimbang dan siap memasuki fase generatif.

Kedudukan Pruning dalam Sistem Budidaya Buncis Modern

Dalam sistem budidaya intensif dan tanam rapat, pruning bukan lagi sekadar praktik tambahan, tetapi bagian dari manajemen kanopi tanaman.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep:

  1. Pertanian presisi
  2. Efisiensi input
  3. Pengendalian risiko produksi

Petani yang memahami fungsi pruning cenderung memiliki tanaman lebih sehat dan panen lebih stabil.

Kesimpulan

Pruning buncis merupakan teknik budidaya penting untuk mengendalikan pertumbuhan vegetatif berlebih, memperbaiki mikroklimat tanaman, dan menekan risiko hama serta penyakit. 

Dengan fokus pada perempelan daun bawah pada umur sekitar 21 HST, petani dapat meningkatkan efisiensi perawatan sekaligus mengarahkan energi tanaman ke pembentukan polong.

Jika Anda menginginkan hasil panen yang lebih konsisten, jangan hanya mengandalkan pupuk. Kelola kanopi tanaman sejak dini karena tanaman yang “terlalu subur” belum tentu produktif.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah pruning buncis wajib dilakukan?

Pruning tidak bersifat wajib, namun sangat dianjurkan pada tanaman buncis yang tumbuh terlalu rimbun atau ditanam dengan jarak rapat, terutama untuk menjaga sirkulasi udara dan menekan risiko penyakit.

Apakah pruning dapat menurunkan hasil panen?

Tidak. Selama pruning dilakukan dengan benar dan hanya menyasar daun bagian bawah, tindakan ini justru membantu tanaman mengalokasikan energi ke pembentukan bunga dan polong.

Kapan waktu terbaik melakukan pruning pada buncis?

Waktu ideal pruning adalah saat tanaman berumur sekitar 20–25 hari setelah tanam, ketika pertumbuhan vegetatif mulai padat namun tanaman sudah cukup kuat.

Apakah pruning buncis memerlukan alat khusus?

Tidak. Perempelan dapat dilakukan langsung dengan tangan karena daun buncis relatif lunak. Gunting tanaman boleh digunakan selama bersih dan tajam.

Apakah pruning efektif mengurangi serangan jamur?

Ya. Pruning membantu menurunkan kelembapan mikro di sekitar pangkal tanaman dan memperbaiki sirkulasi udara, sehingga lingkungan menjadi kurang ideal bagi perkembangan jamur.

Nabil Zaydan
Nabil Zaydan Assalamu 'Alaikum. Halo, saya Nabil Zaydan, seorang petani dan peternak dengan lebih dari 10 tahun pengalaman. Saya tertarik dengan inovasi teknologi dalam bidang pertanian dan peternakan dan selalu mencari cara untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam usaha saya dan membagikan ilmu yang saya dapatkan kepada pembaca setia blog ini.

Posting Komentar